Rabu, 04 Februari 2009

KEMISKINAN DALAM MASYARAKAT

Berita kemiskinan makin lama makin menjadi saja. Koran hanya dihiasi tulisan tentang cara masyarakat mengatasi kemiskinan yang jauh dari akal sehat,yaitu bunuh diri,memberikan asupan makan yang jauh dari gizi seperti memakan nasi aking,mengganti susu formula dengan tajin,memberikan makan balita dengan makanan seadanya,ibu-ibu memilih untuk tidak makan sampai kelaparan. Betapa hal yang demikian adalah pemecahan yang jauh dari akal sehat yang disebabkan karena kemungkinan cara berfikir mereka juga terpengaruh dengan asupan yang dikonsumsinya.

Benarkah kemiskinan bisa teratasi ? Bagaimanah kemiskinan seharusnya disikapi? Sampai seberapa dalam sikap mental yang akan dihasilkan krn adanya kemiskinan ini akan mempengaruhi pembangunan bangsa? Apa yang seharusnya dilakukan penguasa atau masyarakat miskin itu sendiri mengatasi keadaannya?


PENGENTASAN KEMISKINAN
Benarkah penduduk miskin sulit dikurangi? Target pengentasan kemiskinan diperkirakan gagal karena banyaknya hambatan yang membuat penurunan jumlah penduduk miskin sulit dilakukan antara lain akibat kenaikan harga minyak dan makanan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 37,17 juta jiwa kurang lebih 16%. Menurut Menko Kesra anggaran kemiskinan naik dari 51 trilyun tahun 2007 menjadi 58 trilyun tahun 2008. Anggaran ini dipergunakan untuk mengatasi kemiskinan di 50 program penanggulangan kemiskinan di 21 kementrian dan lembaga non departemen,peningkatan itu dikarenakan masih saja ada masyarakat yang belum terlayani. Padahal gaung kemiskinan makin lama makin terasa saja, meski pada kenyataan dilakukan peningkatan anggaran. Lalu bagaimana sebetulnya pelayanan yang purna layan dalam isu ini?

BERDAMPINGAN SECARA DAMAI
Melihat permasalahan yang dihadapi bangsa sekarang ini memang harus betul-betul dikonsentrasikan respon mengenai kemiskinan ini,mengingat begitu mendesaknya agenda ini yang harus ditanggapi secara cepat. Bukan saja dari bantuan material ansih namun juga dari segi pembangunan mental yang sebetulnya sangat penting sekali. Karena dari mental inilah akan terbentuk pribadi yang tangguh , ulet, sebagai modal pembangunan bangsa.
Untuk itu konsep berdampingan secara damai antara si kaya dan si miskin agaknya menjadi konsep yang tepat diterapkan mengatasi mental pembangunan ini. Kaya dan miskin sebetulnya adalah pasangan yang serasi dalam komando alam.

Didunia ini ada malam ada siang,ada pagi ada petang,ada tinggi ada rendah. Masyarakat miskin adalah sebuah kenyataan. Mereka itu ada,mereka itu memang sebuah representasi nasib buruk. Mereka bukan sebuah kesudahan yang tragis,melainkan keseharian yang harus dijalanani.
Itulah sebabnya,berdamai dengan hukum alam adalah kenyataan yang harus dihadapi manusia yang hidup didunia ini. Orang kaya tidak akan memaknai hidupnya dengan berderma bila tidak ada orang miskin.Orang miskin tidak bisa mencapai derajadnya yang tinggi untuk bersabar kalau dia tidak dalam kondisi ini. Jadi hukum alam manakah yang harus akan ditentang manusia? Manusia tidak bisa menentang hukum alam adanya kaya dan miskin ini. Alam ini Tuhan yang mengatur,hukum alam tentang sikaya dan si miskin pun sudah tersurat dalam kehidupan dan tersirat dalam kitab Tuhan Yang Maha Kuasa, yang menciptakan alam semesta ini. Maka dua kutub ini janganlah saling mengingkari dari suratan tangan Tuhan. Yang kaya sayangilah si miskin dengan empati yang dalam yang miskin bersabar lah dengan kondisi yang tegar dan pantang menyerah dalam usaha. Namun yang paling dekat berusaha mengatur irama ini adalah si kaya yang mendahului turun dari menara gading dan menggapai mesra tangan si miskin untuk dibimbing berjalan dalan alur kehidupan dengan harmonis tanpa ada rasa takut dan kecemasan,kecuali dengan senyum dan tatapan mata yang penuh harapan. Dan Tuhan akan melihat keharmonisan itu dari atas sana dan tidak pernah tidur untuk me record segala perbuatan kedua belah fihak dan akan memberikan reward nya pada dua belah fihak pula.



PERSEMAIAN BENIH DARI SI KAYA SINERGI UNTUK SIMISKIN
Perlindungan pada masyarakat miskin, mutlak memang harus dari pendahuluan perlakuan yang kaya dahulu,siapa saja yang merasa kaya,lakukan dengan apa saja yang dipunyai dan yang bisa. Yang bisa memberi dua, memberi dua yang bisa memberi tiga memberi tiga yang bisa berbuat empat berbuat empat dan seterusnya melakukan semua nya janganlah takut untuk sia-sia berbuat kepada si miskin. Tuhan yang ada diatas tidak akan lengah untuk mencatat semuanya dan menggantikan yang lebih dan lebih lagi.
Bagi si miskin,nasib juga akan berubah bila semuanya tenang dan berusaha terus menerus dengan rendah hati dan tabah. Semasa masih dalam posisi yang kurang menguntungkan tabah dan prihatin. Bila ada uluran tangan atau belaian sikaya sambutlah dengan suka cita dan cukup. Kelak bila saatnya tiba roda berputar untuk si miskin menjadi kaya,bergantilah untuk menduduki posisi sebagai si kaya yang ganti untuk menyantuni dan menggandeng si miskin dengan harmonis, begitulah seteruskan hakikatnya hidup ini. Hanya menjalani peran memegang amanat dari Tuhan untuk menjaga kelangsungan hidup bumi dan seisinya.

Dra.Novi Saptina
Jl maluku 12 Keprabon Tengah Solo telp (0271) 9125437

JATENG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar