Tampilkan postingan dengan label berita pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2011

LIBURAN, LIBURAN, LIBURAN


 
Bagaimana liburan anda kali ini? Diharapkan menyenangkan ya. Karena liburan adalah hal yang ditunggu-tunggu setiap orang, bukan saja pelajar dan pekerja tapi ya memang semua manusia yang bergerak secara rutin akan mempunyai keinginan untuk rehat sejenak dari kerutinan itu sehingga bisa kembali pulih tenaganya untuk kembali menjalankan tugas kerutinannya dengan batere yang penuh

LIBURAN SEKOLAH
Meski liburan bukan milik anak sekolah saja, namun even-even liburan seringkali disesuaikan waktunya dengan liburan sekolah.Jawabnya tidak lain adalah persoalan waktu iisangat mudah menyesuaikan dengan liburan sekolah. Karena pada keluarga yang mempunyai anak pasti ayah dan ibu menyesuaikan cuti libur kerjanya menyesuaikan libur anak,praktis karena bisa menyertai anak dalam liburannya. Sebaliknya kalau orang tua tidak berbuat seperti ini, sama saja anak juga akan hanya berada dirumah saja tidak bisa pergi sendirian,atau seorang anak rawan kejahatan bila dibiarkan sendirian tanpa panduan dari orang dewasa.
Begitulah mengapa liburan selalu indentik dengan libur anak sekolah,sekarang bagaimana kita menyikapi liburan ini?


SESUAI DENGAN KEBUTUHAN
Untuk menikmati liburan hendaknya jangan mabuk libur-libur dan cepat cepat berlibur berangkat,demikian. Tapi pelajari kebutuhan tempat yang bisa bermanfaat bagi anak dan orang tuanya. Pada intinya liburan adalah mengistirahatkan diri dari rutinitas dan mengisi diri dengan sesuatu kegiatan sehingga bisa berkarya lagi dengan segar.
Selanjutnya perlu lagi persiapan yang matang agar jangan sampai kegiatan liburan penuh penyesalan.karena sesuatu yang tidak dipersiapkan dengan teliti akan banyak menimbupertentangan pertentangan yang tidak berarti diantara keluarga karena panik atas sempitnya waktu.
Dan yang terakhir masing-masing anggota keluarga harus siap-siap sabar hati dalam menerima apa yang terjadi pada liburan. Karena tidak jarang liburan banyak permasalahan di lapangan yang menuntut kesabaran.Bila seluruh anggota keluarga tidak mempersiapkan akan  menjadikan tidak enak dan merusak suasana. Jadi liburanlah dengan sabar dan besar hati.

(Novi Saptina)

Sabtu, 28 Mei 2011

Pelaksanaan Pendidikan Alternatif


Belajar itu asyik
Jaman sekarang menuntut pendidikan sekolah berbenah diri terus mengikuti pengaruh-pengaruh yang muncul.  Seluruh jajaran harus bersatu padu memedulikan permasalahan pendidikan ini. Tidak berlebihan dikarenakan siswa-siswa yang bersekolah sekarang atau mahasiswa yang sedang menempuh studinya, mereka adalah yang jelas akan menggantikan generasi sekarang ini.
Permasalahannya bagaimana keadaan atau kondisi sekarang ini apakah kondusif untuk permasalahan pendidikan?



Belajar dimana saja


Tempat belajar bagi siswa sekarang bisa dimana saja. Siswa dalam belajar tidak usah terpaku pada kelas-kelas dan meja kursi yang formal, namun pada alam yang luas dan lingkungan yang memberikan inspirasi dan pemikiran baru yang manyenangkan bagi siswa,dan siswa bukanlah siswa yang mendaftar di suatu sekolah dan membayar sekian. Namun siswa bisa saja anak yang haus akan pendidikan dan berhak mendapatkan pendidikan dan kaum cerdik cendekia, kaum dermawan dan kaum hartawan yang berkesempatan untuk mengambil mereka dan dididik sebagai anak bangsa yang berpotensi  bagi bangsanya.
Alam adalah tempat belajar yang sangat bijak. Dibawah pohon yang ridang bagaimana kita dan anak didik memandang lepas horizon ciptaan Tuhan itu. Rasanya tidak ada lelah dan tidak ada batas untuk meraih mimpi sampai dimanapun. Kita ajak siswa kita merenda mimpi-mimpi itu, menyusunnya bersama. Kita katakan pada pohon yang melindungi kita tempat duduk itu. Bahwa dia bisa kita kupas dengan biologi dan sains. Dan dengan berteduh dibawahnyanya kita selesaikan soal matematika, kita bikin skenario naskah drama, kita pentaskan bersama, bernyanyi bersama, kita buat kue dan kerajinan tangan kita jual bersama. Belajar…belajar…belajar… di alam Bumi Tuhan, Bumi negri kita, Indonesia.

                                                                                                            (Novi Saptina)

Jumat, 25 Februari 2011

Siswa Kelas 1 dan Walikota

“Pak Walikota mana, bu? Kok gak ada ?”, “ Itu kantornya ya”, “ Kalau berangkat ke kantor jam berapa?”, begitulah pertanyaan anak-anak SD Muhammadiyah 1 kelas satu yang baru masuk tahun ajaran 2010/2011 ini. Memang siswa kelas satu PPL di rumah dinas Walikota.Yang kerkediaman di Loji Gandrung di Jalan Slamet Riyadi Solo. Itulah kediaman dinas Walikota Joko Widodo yang akrab di panggil Pak Joko Wi tinggal sehari harinya.


Kenapa Rumah Walikota?
Kunjungan siswa kelas satu SD Muhammadiyah 1 ke tempat rumah orang nomor satu di kota Solo ini memang punya alasan yang tepat. Selain yang utama adalah karena rangkaian MOS atau Masa Orientasi Siswa baru SD Muhammadiyah 1 yang pada hari terakhirnya mempunyai acara berkunjung ke kediaman Walikota. Kegiatan ini memang mempunyai muatan pendidikan yaitu mengenal lebih dekat sosok walikota yang memimpin kota Solo itu dalam untaian yang lebih dekat.

Agar siswa tahu betul dari dekat bagaimana kehidupan seorang pemimpin itu. Tidak hanya dalam berita saja, tetapi menyaksikan sendiri secara langsung. Dan kenyataannya memang menyenangkan sekali pengalaman mendekati Walikota Pak Joko Wi ini.

Lha bagaimana tidak? Pagi itu kita semua datang berkunjung, kita sudah di sambut oleh staf Rumah Tangga Walikota dibawa ke pendopo yang letaknya di tengah bangunan gedung kuno yang orang sering menyebut dengan :” Gubernuran “. Di pendopo inilah Pak Wali juga menerima tamunya dalam jumlah yang banyak dan menjamunya disitu. Dan para siswa juga di jamu dengan sekotak kardus snack yang enak.

Kantor di Kediaman
Persis di depan pendopo itu terdapat ruang kerja Pak Joko Wi disitulah beliau menerima tamu dinas yang penting dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan pemerintahan kota Solo. Wah, ternyata sepagi itu sudah berkantor dan sudah ada tamu pula.

Siswa siswa lalu diajak oleh staf rumah tangga itu melihat gedung depan. Di gedung depan itu ada ruang Soekarno. Ternyata, dulu kalau Presiden Soekarno hadir menginap, beliau akan diterima di kamar itu. Ruangan masih terawat rapi, harum dan anggun sekali. Pantas dengan kewibawaan seorang proklamator bangsa Indonesia. Meski tidak berkesan mewah.

Ruangan lain adalah ruangan tamu dinas, ruang konferensi dan ruang baca resmi. Sedangkan bangunan terpisah di samping ternyata adalah ruang keluarga walikota. Dimana Pak Wali beserta keluarga sehari-hari melakukan aktivitasnya.


Berfoto bersama Joko Wi
Sampai siswa selesai berkeliling ternyata Pak Joko belum selesai lho, menerima tamu…. Namun para staf rumah tangga itu dengan bijaksana mengatur kita semua duduk di anak tatangga yang menghubungkan dengan ruang kerja Pak Joko Wi itu. Akhirnya Pak Joko Wi keluar. Wah, siswa-siswa senang sekali bisa berjabat tangan dengan pak Joko Wi dan berfoto bersama.

Pengalaman ini sunguh menyenangkan dalam kehidupan seorang siswa. Seorang siswa memang harus mempunyai pengalaman pengalaman yang dapat memperkaya khasanah kehidupan dan berpikir siswa. Agar kelak bisa menjadi seorang yang besar dalam bangsa yang besar. Salah satunya dengan menimba pengalaman pada orang besar yang seperti kini dialami siswa kelas satu SD Muhamadiyah 1 dengan mengunjungi walikota di kediamannya.

(Bu Novi – Guru I C )

Selasa, 07 Desember 2010

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Sekarang banyak yang merasa dikejar-kejar materi pembelajaran di kelas terutama untuk memenuhi kriteria pembelajaran yang ideal. Soalnya sekarang guru-guru dituntut untuk banyak persyaratan tentang idealisme guru.

Salah satunya tentang pembuatan Penelitian Tindakan Kelas. Ini salah satu contoh penelitian tersebut yang bisa menambah wacana.
Proposal ini dibuat ketika kita semua selesai berkumpul mengadakan workshop dengan Dinas Pendidikan kota di Solo Jateng. Selamat membaca!

Senin, 04 Januari 2010

IKLIM SEBAGAI SUATU PENGAWASAN

Beberapa hari yang lalu dunia disegarkan dengan adanya konprensi Copenhagen Denmark yang akan menjadi berita baik bagi pengendalian pemanasan global. Sepertinya kita akan senang dengan ini karena akan ada solusi untuk bumi dan anak cucu agar bisa menempati bumi dengan aman. Seperti sekarang kita masih menikmati alam denga bahagia, karena nenek moyang kita dulu menjaganya dengan arif tentang ala mini.


Namun ada kabar yang mengatakan bahwa konfrensi ini menghasilkan keputusan yang tidak mengikat sehingga banyak agenda yang bisa ditunda pelaksanaaanya karena tidak mengikat tadi. Lha bagaimana?Apa saja yang menjadi ringan saja ,ancaman iklim yang ada di bumi ini ?

Itulah ,semula konfrensi ini diharapkan agar menghasilkan keputusan yang rinci mengenai pengurangan buangan gas emisi dari Negara maju dan berkembang.Namun ternyata tidak secara spesifik mengatur pembuangan gas emisi dari amerika dan china yang termasuk paling besar menghasilkannya.
Sebenarnya konprensi ini adalah perhelatan paling akbar karena 190 negara hadir, ini kan menujukkan bahwa sebenarnya banyak ketertarikan untuk memecahkan masalah bumi ini.




SERUAN ALAM

Bagi Indonesia alam sudah berseru nyata, bencana ada dimana-mana penduduk sudah kocar kacir karena bencana,Perubahan iklim bagi Indonesia sudah dirindukan penyelesaiannnya. Maka sebetulnya Indonesia harus cepat bertindak apalagi dalam forumdunia dan bertemu langsung dengan yang membuat gas buangan emisi yang paling besar. Agar bisa dirembuk saling berbagi dan berbantu
Bentuk bumi kita yang bulat biru putih berkilau dengan kutub es yang bersinar-sinar sepertinya sebentar lagi sudah tidak akan ada gambaran seperti itu lagi,perubahan iklim tidak ditentukan lagi oleh sistim iklim global lagi, tapi lebih pada tidakan manusianya. Yitu bertindak,diam saja, atau tidak bertindak,karena biru putihnya warna bumi rumah bersama itu sudah buruk, dan puncak salju yang merupakan harapan masa depan sudah mengalami pemanasan dua kali lebih cepat.
Di Kopnhagen sejumlah bangsa harus membicarakan masalah ini. Namun ternyata kesepakatan kopemhagen butuh aktu yang lama dan masih bersifat jangka panjang.



Bertindak sendiri di Indonesia,



Yang penting bangsa Indonesia menyelamatkan diri sendiri,meskipun ini tidak akan berhasil mutlak karena rumah bersama saling berkaitan,kalau tidak kompak menangani secara bersama akan tidak ada hasilnya. Tapi itulah yang terjadi,para pembuat gas emisi terbesar ya merasa Negara besar yang sulit untuk mengerem tidakan radikal menyelamatkan bumi.
Maka dimulai dari Indonesia saja yang harus mempertahankan Ijo royo=royonya nenek moyang dan menjaganya seperti para nenek moyang menjaga dulu. Kembali kepada alam dan sahabat manusia,pada filosofi-filosofi yang mempertahankan kebijaksanaan alam,tidak serakah mengeruk kekayaan alam,sampai dengan bertindak dan berperilaku selaras dengan alam. Ayo sadarlah semua anak negri ,bangun negri tercinta dengan semangat pantang menyerah. Kepada generasi muda, baca apa saja yang berhubungan dengan memelihara alam, dan jelajahlah segala kekayaan alam dan inventarisasi dengan cara memiliki bersama dalam rasa kebangsaan.








Novi Saptina
.

Selasa, 28 Juli 2009

PERMAINAN ANAK

Sekarang banyak angin segar namun juga banyak kekhawatiran tentang permainan anak. Satu sisi mengkhawatirkan tentang permainan anak elektronik yang membuat anak akan menjadi individualistis, karena banyak permainan yang dilakukan sendiri saja, tidak bersama-sama dengan anak-anak yang sebaya secara bersama-sama seperti jaman dahulu.

Memang bila ditengok permainan jaman dahulu,selalu melibatkan kebersamaan,seperti terlihat pada permainan-permainan tradisional sebagai berikut:

1. Permainan jamuran, jaitu dimana sekelompok anak-anak membuat lingkaran besar,sambil bernyanyi atau nembang dolanan jawa, bergandengan tangan seperti jamur.disitu juga ada dialog, memilih jamur apa. Jika memilih jamur parut misalnya semua menirukan gaya orang sedang memarut. Nah ini selain kebersamaan juga melatih ketrampilan dan imajinasi tentang suatu kegiatan sehari-hari yang dilakukan manusia.

2. Pemainan dingklik oglak aglik, juga dilakukan 4-5 anak, mereka merakitkan kakinya dari belakang juga membentuk lingkaran sambil bersorak tentang dingklik oglak aglik yang artinya kursi yang tidak kencang lagi.makin lama mereka kuat merakitkan kakinya, maka kelompok itulah pemenangnya karena bisa menjaga kekuatan kelompoknya.

3. Permainan Engklek juga dilakukan beberapa anak yang satu persatu mengasah ketrampilannya untuk melempar gacuknya dan menjalankannya

Masih banyak permainan tradisional yang lain yang kesemuanya banyak melibatkan kebersamaan dan kreatifitas.

Semua itu juga ditangkap oleh pengelola wisata, yang merangkum permainan anak ini dalam satu paket wisata yang berjani akan melestarikan permainan ini. Hal ini menggembirakan, namun tengoklah betapa beayanya tidak terjangkau pada masyarakat bawah

Untuk mengatasi hal tersebut,

1. Percayalah pada diri sendiri untuk tetap rekat bersama keluarga dan menggelar permainan-permainan itu sendiri sekeluarga. Masyarakat kecilpun bisa mempunyai keluarga yang tetap menjaga kearifan lokalnya.

Jumat, 02 Januari 2009

MEMBUAT SANDWICH BERSAMA, (pembelajaran 150 siswa)


Ketika William Wongso,mengajari anak-anak memasak, dia begitu telaten memberikan saran agar anak-anak itu memperhatikan dengan penuh perasaan,bagaimana mencicipi, bagaiman melakukan bagian perbagian dari urutan memasak. Karena rahasia jago memasak itu ya dengan perasaannya ikut memasak itu,bukan sekedar memanaskan dan menggoreng. Itulah yang mengilhami saya mengajak anak didik atau siswa saya membuat sandwich bersama yaitu sebanyak 150 siswa.

MENU MAKAN PAGI,menyiapkan sendiri
Siswa saya,adalah kelas II sekolah dasar. Di pararel 3 kelas menjadi berjumlah 150 siswa, betapa banyak, tapi menyenangkan jika sebanyak itu dikerahkan dalam kegiatan yang bersamaan atau dalam satu kegiatan. BERAWAL DARI MENU MAKAN PAGI YANG SANGAT PENTING YANG HARUS DIKONSUMSI SISWA.maka sandwich ini menjadi inspirasi kegiatan massal ini, agar siswa bisa menyiapkankan makan paginya sendiri, jadi tidak akan terlambat sekolah, bisa membagi waktunya sendiri dalam mempersiapkan diri mengelola waktu pagi

DIKENALKAN KOKI HANDAL
Tidak tanggung-tanggung,siswa saya,saya ajak kepada koki handal di Solo yaitu Chef Budhi Santosa dari Hotel Lor in di Solo siswa saya bawa kesana,aduuh rame banget,asyik banget,chef yang didampingi oleh pastry terkagum-kagem mendengar siswa yang hafal diluar kepala janji pelajar sebanyak 6 item yang panjang-panjang diucapkan oleh siswa siswa dengan lentang,namun siswa juga berganti mengagumi chef yang cekatan untuk menyiapkan semua peralatan dengan cekatan dan cepat. Sikap inilah yang harus ditiru siswa dalam menyiapkan makan pagi sandwichnya yang sangat berguna untuk bekal sekolahnya, sayur,daging,telur,keju,mustart yang berlapis-lapis pada roti sudah sempurna sekali untuk makan paginya.

MENGENAL PROFESI
Keuntungan lagi bagi siswa saya adalah mengenal profesi di hotel seperti Chef, pastry, public relation dll, diperkenalkan sejak dini menambah wacana tentang jenis-jenis profesi yang ada disekelilinya. Semua siswa juga harus mengamati seluruh kejadian dan lingkungan yang ada di hotel tersebut. Kebanyakan mereka berkata, wow indah sekali
Semua itu harus diadopsi untuk lingkungannya sendiri. Ada pesan juga untuk siswa bahwa kelak jika dia dewasa berkecimpung di dunia dalam berbagai profesi,tetap KENALKAN DAN MASYARAKATKAN MAKANAN SEHAT, INDONESIA, HALAL, BESERTA LINGKUNGAN YANG HIJAU

Novi Saptina
Guru SD Muhammadiyah l
Solo