Tampilkan postingan dengan label Panduan Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 November 2012

Bahasa Indonesia dan Tingkat Nasionalisme


Saat sekarang ini bahasa Indonesia di seluruh daerah daerah di Indonesia mengindikasikan sudah dipakai sebagai bahasa penghantar semua kegiatan yang dilakukan daerah di Indonesia. Hal ini terlihat bahwa orang berbahasa daerahnya sendiri sudah tidak dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Semua sudah dilakukan dengan pengantar bahasa Indonesia.

Meskipun memang ada beberapa daerah yang tetap melestarikan bahasa daerahnya dengan di kantor setiap hari tertentu diharuskan berbahasa daerah dengan sesame teman sejawatnya. Pun ada keluarga yang juga tetap melestarikan bahasa daerahnya dengan tetap mengajarkan anaknya berbahasa daerahnya agar bahasa ini tidak punah.

Namun sebagian besar sudah tidak melakukan itu lagi ,banyak yang sudah berpendapat bahwa saya adalah orang Indonesia dan berbahasa Indonesia. Begitulah masyarakat sudah sering menggunakan pernyataan itu bila ditanyakan kenapa tidak menggunakan bahasa daerahnya.


Alasan
Alasan apa yang dipakai masyarakat yang mendidik bahasa ibu menjadi nomor dua ini ya kebanyakan adalah agar lancar berbahasa Indonesia, sehingga bisa mengimbangi berbicara bila ada tamu dari kota lain yang dating dia dan anaknya tidak kikuk lagi menggunakan bahasa Indonesia. Jadi hal ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang dipakai pertama dalam berbahasa, daripada bahasa daerahnya.

Ketika ditanya kenapa alasan ini dipakai apakah tidak sayang pada Bahasa Jawa bila nanti punah ditelan masa? Lalu ada yang berkisah bahwa ketika anak-anaknya berkumpul dengan saudaranya, anak itu hanya diam dan senyum-senyum karena semua saudaranya datang dari Jakarta. Orang tua merasa kasihan melihat semua ini. Anaknya tidak bisa berkomunikasi lancar dengan saudaranya yang ada di Jakarta.

Hal ini mempunyai dampak bamyaknya siswa yang sudah tidak bisa lagi menggunakan bahasa daerahnya. Banyak guru yang terpaksa harus tertawa menahan lucunya jawaban yang ada dalam muatan lokalnya yaitu pelajaran Bahasa Jawa. Hal ini dikarenakan siswa sejak kecil sudah dibiasakan memakai bahasa Indonesia, sehingga justru memakai bahasa daerahnya sudah tigak bannyak yang dia kenal lagi. Dia hanya sering mendengar ayah dan ibu ayau orang tuanya dengan kakek dan neneknya berbahasa jawa tapi padanya tidak dibiasakan untuk ikut berbahasa jawa,akibatnya yang didengar sulit diaplikasikan atau diterapkan kedalam soal yang diterima di sekolahnya.

Agak lumayan bila sudah ada di kelas atas karena pelajaran yang dia terima sudah relatif lebih lama. Namun bila dilihat dari pengerjaan soal dari kelas bawah yang baru saja diperkenalkan belajar bahasa jawa dari gurunya,memang terlihat disini menggelikan sekali.

Semua ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia yang utama dipakai masyarakat di Indonesia khususnya di Jawa Tengah

Dengan adanya perilaku berbahasa Indonesia ini bisa diartikan nasionalisme di Indonesia sepetulnya sudah terwujut karenamelihat perilaku bahasa Indonesia yang digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ada pepatah bahasa menunjukkan bangsa. Kebiasaan bahasa Indonesia yang dipakai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah perilaku ke-Indonesia-an melalui berbahasa Indonesia, Dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober l928 juga disebutkan “kami putra-putri Indonesia berbahasa satu, Bahasa Indonesia”. Sejarah yang melatarbelakangi adalah bersatunya para pemuda Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatra, Jong Celebes dan lain-lain bersatu berkumpul tidak secara kedaerahan lagi melawan penjajahan Belanda secara terorganisir.

Jadi lengkaplah sudah bahwa ke Indonesiaan di tunjukkan dengan berbahasa Indonesia. Meskipun bermacam-macam suku bangsa di Indonesia mereka tetap dipersatukan dengan bahasa Indonesia. 

Namun sekarang ini pula banyak dikeluhkan bahwa nasionalisme mulai luntur. Indikator atau kecenderungan yang nampak adalah banyaknya perkelahian, tawuran dan segala bentuk-bentuk perpecahan yang terjadi di antara masyarakat.

Memang harus diakui bahwa hal itu benar-benar terjadi,dan sangat memprihatinkan. Hal itu pula yang menjadikan para ahli cerdik cendekia, lalu mengadakan pemikiran kembali tentang bentuk kesatuan yang harus dikembangkan di republik ini.
Bagaimana penyelesaian masalah ini? Apakah bahasa juga bisa berperan untuk ini semua?

Dalam masyarakat jawa terdapat bahasa yang bertingkat tingkat yang digunakan kesehariannya. Untuk orang tua untuk yang lebih tua dan untuk teman sebaya yaitu Basa Ngoko, Krama Andhap dan Krama Inggil. Meskipun terkesan sulit namun tingkat-tingkat dalam bahasa Jawa ini bisa menjadi sekat tersendiri bagi penahanan suatu emosi. Ketika seseorang sedang berhasa dengan temannya datang yang lebih tua, dia akan mengganti percakapannya dengan yang lebih halus, begitu pula bila lalu berhadapan dengan orang tua atau yang dihormati dia akan memakai bahasa karma inggil yang halus.

Pada orang yang baru kenal, dia akan menempatkan diri dengan krama atau bahasa yang halus. Jadi disini, nampak sekali bahwa seseorang selalu dihadapkan dengan menahan diri yang amat sangat. Ini berpengaruh banyak pada perilaku yang bersahaja, bijak, tidak tergesa gesa.

Berbahasa seperti ini tidak akan terjadi kemarahan yang luar biasa atau tidak terkendali, karena terbiasa menahan diri. Dalam hubungannnya dengan nasionalisme yang selalu mengedepankan kebersamaan hal ini sangatlah mendukung. Berbahasa yang halus dan santun akan berpengaruh positif dalam dukungannya terhadap kebersamaan.

Beberapa perusakan dan tindak anarkhi, menunjukkan bahwa kebanggaan terhadap kebangsaan sudah mulai kurang atau sudah tidak ada karena bila kebanggaan terhadap bangsa masih ada tindakan anarkhi dan perusakan itu akan berganti dengan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia dan selalu menjaga apa yang dipunyai bangsanya. Jangankan merusak yang ada hanya memuja bangsanya, tertuang dalam puisi ataupun lagu yang keluar dari hati yang tulus seorang anak negri.

Seperti yang dilakukan seorang Khairil Anwar yang membuat puisi tentang pahlawan pejuang Indonesia, ataupun Ismail Marzuki yang membuat Rayuan Pulau Kelapa, dan syair romantis lainnya yang digubah kedalam lagu. Lagu yang amat bagus yang selalu menjaga bangsa Indonesia dari cerai berai dan menjaga dalam kebanggaan bangsa Indonesia.

Dalam hubungan nasionalisme, bila merunut dalam bahasa jawa yang bertungkat tingkat dan menimbulkan rasa untuk menahan perasaan dan menempatkan diri dalam berbahasa yang berdampak positif. Maka bila itu diterapkan dalam bahasa Indonesia bisa dilihat dari bahasa bakunya.

Bila bahasa Indonesia dilakukan dengan bahasa baku yang sopan santun terhadap sesame saudara setanah airnya maka hal ini akan menjadikan dampak yang positif pula bagi persatuan dan kesatuan bangsa.Karena semua bersama berkata dan berbahasa yang baik dan itu akan menjadikan hubungan antar golongan antas suku menjadi baik karena ikatan bahasa baku yang baik dan santun.

Bila yang terjadi sebaliknya, yaitu berbahasa tidak baku kasar saling mengunggulkan daerahnya masing-masing maka yang terjadi adalah perpecahan karena memang Indonesia tidak berasal dari satu suku tapi banyak suku, sehingga untuk mempersatukan harus ada sesuatu yang mengikat yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia pun harus yang berkualitas untuk dapat menjadi pemersatu yang baik. Yaitu Bahasa Indonesia yang baku.

(Novi Saptina)

Senin, 26 September 2011

Rejeki Ramadhan Untuk Pembangunan Diri

         Selalu dimana-mana ditulis bahwa Ramadhan membawa berkah,bahkan pada iklan-iklan pun juga terpengaruh dengan kata-kata ini yaitu Rejeki, berkah Ramadhan,dll meskipun itu untuk iklan HP, mobil, barang-barang elektronik sampai iklan mall dan swalayan. Bahwa diskon –diskon itu sebagai berkah Ramadhan dan Rejeki Ramadhan. Padahal kalau dipikir itu juga sudah bagian dari proses taktik dagang dalam me-manage barang-barang dagangannya dari hari kehari sampai akhir bulan,
            Namun apapun komentar dan perilaku pasar itu semua menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat sangat kuat sekali bahwa Ramadhan itu membawa berkah. Dan kenyataannya memang demikian adanya. Ramadhan itu didatangkan oleh Allah yang Maha Segala Maha itu,untuk manusia sebagai bulan yang sangat spesial sekali,dia didatangkan dalam keadaan yang sangat istimewa. Allah mengharuskan hambanya untuk berpuasa seperti yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu sebelumnya agar hamba-Nya itu beriman dan bertaqwa.
            Aplikasinya dengan berpuasa melaksanakan perintah dari penciptanya dan melaksanakan perintah dari-Nya itu hamba tersebut akan bertambah yakin akan segala kuasa Allah, Tuhan Yang Maha Segala Maha itu.


HADIAH  DARI ALLAH
            Untuk semua tugas itu Allah juga tidak begitu saja memberikan tugas yang berat berpuasa sebulan penuh. Namun Allah memberikan hadiah-hadiah dan pengamanan yang ketat selama bulan ini. yaitu,selama bulan ini berlangsung, Allah mengurung dan mengikat para setan-setan hingga tidak bisa bergerak untuk menggoda manusia. Dengan demikian manusia aman dari setan selama bulan puasa . Sedangkan hadiah-hadiah yang diberikan adalah tiga termin waktu yang dibagi dalam bulan ini. Dari 30 hari puasa dibagi tiga bagian yaitu sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua dan sepuluh hari ketiga.  
Hadiahnya adalah berkah,ampunan dan maghfirah. Lengkaplah sudah tiga puluh hari itu jika manusia menjalankan puasa dengan benar betapa sempurna sudah kehidupan manusia itu. Sudah diberi berkah oleh Allah, dosanya diampuni dan yang terakhir adalah segala keinginannya dikabulkan Allah.
            Kalau sudah seperti itu manusia mau apa lagi sudah lengkap sekali hidupnya. Bahkan ada satu lagi yaitu malam Lailatul Qadar yaitu pada bulan ini Allah pun menghadiahkan pada hambanya sebuah malam yang membahagikannya, pada saat itu suasana sangat hening sunyi dan menentramkan hati. Pohon dan seluruh isi alam menyeru kebesarah Allah luar biasa bagusnya. Malam ini diperuntukkan pada hambanya yang berpuasa secara ikhlas penuh rendah hati, tidak karena siapa dan apa, namun hanya semata karena Allah. Dalam hari-harinya diisi dengan tutur kata yang baik tindakan yang baik,sangat baik bahkan aksi sosial tanpa pamrih,yaitu menolong sesama yang membutuhkan. Manusia satu yang berpuasa juga harus memberi bagi manusia lain.
            Manusia yang sangat baik itu akan mengalami dimana dia terjaga dalam suatu malam yang sangat takjub itu, suatu pengalaman yang akan mengangkat derajatnya yang sangat tinggi.Dia akan menjadi manusia baru dengan kepribadian yang sangat mulia sukar dilukiskan dengan kata-kata. Namun beruntunglah manusia yang akan mendapat hadiah-hadiah Allah seperti yang dijanjikan itu.

SEMANGAT KEBEBASAN
            Untuk semua itu manusia berlomba-lomba berbuat baik berlomba memberi dan pula berlomba berbagi. Dan dalam semangat kebebasan itupun Allah membolehkan kompetisi itu terjadi. Kaya boleh, miskin boleh berlomba untuk ini, karena bagi Allah yang di matanya bukan yang kaya ataupun yang miskin tapi yang bertaqwa padanya. Yaitu yang menjalankan apa yang diperintahkan dan tidak menjalankan yang dilarang.
            Akhirnya gerakan memberi sesama manusia ini terjadi di bulan ini karena semuanya ingin mendapatkan hadiah yang ada di bulan istimewa ini. Namun rambut sama hitam isi kepala berbeda-beda. Maka cara berlomba dalam hal ini pun berbeda-beda pula. Ada yang berbalut pamer, ada yang maju saja tanpa makna, namun Allahpun tidak apa-apa meskipun nanti tentunya akan berdeda dimata Allah, tapi siapa nyana dan siapa sangka pada siapa Allah akan memberikan hadiah-hadiah itu adalah rahasia dan kuasa Allah, manusia tidak bisa mengadili dan memberi keputusan berdasarkan akal fikirannya.


REJEKI RAMADHAN UNTUK PEMBANGUNAN DIRI
            Dari semangat memberi itu, akhirnya memang atas ijin Allah juga banyak yang mendapatkan rejeki Ramadhan atau lebaran ini. Entah itu dari hadiah THR, atau tiba-tiba dari orang yang dikehendaki Allah untuk memberi, sungguh suatu rahasia Allah yang sangat luar biasa.
            Terbukti memang banyak yang mengalami mendapatkan dana lebaran yang tak terdua yang dikehendaki oleh Allah.Namun rejeki ini memang lebih baik untuk tidak dihambur-hamburkan sebagai uang lebaran. Namun diberdayakan untuk pembangunan dirinya.
            Disaat bulan syawal sesudah Idul Fitri tiba, maka saat itulah saat untuk menata kembali untuk menggunakan uang itu bisa berbagai hal. Bisa untuk modal usaha, yang tentunya akan menghasilkan perputaran uang yang akan berguna untuk pembangunan diri. Banyak pula cara yang dilakukan, bisa untuk modal yang sifatnya intelektual, mengikuti dulu berbagai kursus dan komunitas usaha sehingga akan terjadi jaringan usaha yang lebih luas lagi. Dan masih banyak lagi yang bisa dijalankan untuk pembangunan diri.
            Dengan semangat Ramadhan yang telah dijalankan benar-benar itu tentunya juga akan berbekas dan akan mengikuti sesudah Ramadhan. Apalagi hadiah-hariah mental spiritual dan hadiah material yang sudah dijanjikan oleh Allah ini tentunya akan membawa kesuksesan untuk pembangunan diri manusia tersebut. Dengan kerjasama Allah yang mengikuti hambanya yang dicintainya karena amalannnya, maka hamba ini akan sukses untuk membangun dirinya menjadi manusia yang meningkat derajatnya.


Dra Novi Saptina
Guru SD Muhammadiyah 1 Surakarta
Jl. Kartini No 1 Solo

Sabtu, 28 Mei 2011

Pelaksanaan Pendidikan Alternatif


Belajar itu asyik
Jaman sekarang menuntut pendidikan sekolah berbenah diri terus mengikuti pengaruh-pengaruh yang muncul.  Seluruh jajaran harus bersatu padu memedulikan permasalahan pendidikan ini. Tidak berlebihan dikarenakan siswa-siswa yang bersekolah sekarang atau mahasiswa yang sedang menempuh studinya, mereka adalah yang jelas akan menggantikan generasi sekarang ini.
Permasalahannya bagaimana keadaan atau kondisi sekarang ini apakah kondusif untuk permasalahan pendidikan?



Belajar dimana saja


Tempat belajar bagi siswa sekarang bisa dimana saja. Siswa dalam belajar tidak usah terpaku pada kelas-kelas dan meja kursi yang formal, namun pada alam yang luas dan lingkungan yang memberikan inspirasi dan pemikiran baru yang manyenangkan bagi siswa,dan siswa bukanlah siswa yang mendaftar di suatu sekolah dan membayar sekian. Namun siswa bisa saja anak yang haus akan pendidikan dan berhak mendapatkan pendidikan dan kaum cerdik cendekia, kaum dermawan dan kaum hartawan yang berkesempatan untuk mengambil mereka dan dididik sebagai anak bangsa yang berpotensi  bagi bangsanya.
Alam adalah tempat belajar yang sangat bijak. Dibawah pohon yang ridang bagaimana kita dan anak didik memandang lepas horizon ciptaan Tuhan itu. Rasanya tidak ada lelah dan tidak ada batas untuk meraih mimpi sampai dimanapun. Kita ajak siswa kita merenda mimpi-mimpi itu, menyusunnya bersama. Kita katakan pada pohon yang melindungi kita tempat duduk itu. Bahwa dia bisa kita kupas dengan biologi dan sains. Dan dengan berteduh dibawahnyanya kita selesaikan soal matematika, kita bikin skenario naskah drama, kita pentaskan bersama, bernyanyi bersama, kita buat kue dan kerajinan tangan kita jual bersama. Belajar…belajar…belajar… di alam Bumi Tuhan, Bumi negri kita, Indonesia.

                                                                                                            (Novi Saptina)

Jumat, 25 Februari 2011

Siswa Kelas 1 dan Walikota

“Pak Walikota mana, bu? Kok gak ada ?”, “ Itu kantornya ya”, “ Kalau berangkat ke kantor jam berapa?”, begitulah pertanyaan anak-anak SD Muhammadiyah 1 kelas satu yang baru masuk tahun ajaran 2010/2011 ini. Memang siswa kelas satu PPL di rumah dinas Walikota.Yang kerkediaman di Loji Gandrung di Jalan Slamet Riyadi Solo. Itulah kediaman dinas Walikota Joko Widodo yang akrab di panggil Pak Joko Wi tinggal sehari harinya.


Kenapa Rumah Walikota?
Kunjungan siswa kelas satu SD Muhammadiyah 1 ke tempat rumah orang nomor satu di kota Solo ini memang punya alasan yang tepat. Selain yang utama adalah karena rangkaian MOS atau Masa Orientasi Siswa baru SD Muhammadiyah 1 yang pada hari terakhirnya mempunyai acara berkunjung ke kediaman Walikota. Kegiatan ini memang mempunyai muatan pendidikan yaitu mengenal lebih dekat sosok walikota yang memimpin kota Solo itu dalam untaian yang lebih dekat.

Agar siswa tahu betul dari dekat bagaimana kehidupan seorang pemimpin itu. Tidak hanya dalam berita saja, tetapi menyaksikan sendiri secara langsung. Dan kenyataannya memang menyenangkan sekali pengalaman mendekati Walikota Pak Joko Wi ini.

Lha bagaimana tidak? Pagi itu kita semua datang berkunjung, kita sudah di sambut oleh staf Rumah Tangga Walikota dibawa ke pendopo yang letaknya di tengah bangunan gedung kuno yang orang sering menyebut dengan :” Gubernuran “. Di pendopo inilah Pak Wali juga menerima tamunya dalam jumlah yang banyak dan menjamunya disitu. Dan para siswa juga di jamu dengan sekotak kardus snack yang enak.

Kantor di Kediaman
Persis di depan pendopo itu terdapat ruang kerja Pak Joko Wi disitulah beliau menerima tamu dinas yang penting dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan pemerintahan kota Solo. Wah, ternyata sepagi itu sudah berkantor dan sudah ada tamu pula.

Siswa siswa lalu diajak oleh staf rumah tangga itu melihat gedung depan. Di gedung depan itu ada ruang Soekarno. Ternyata, dulu kalau Presiden Soekarno hadir menginap, beliau akan diterima di kamar itu. Ruangan masih terawat rapi, harum dan anggun sekali. Pantas dengan kewibawaan seorang proklamator bangsa Indonesia. Meski tidak berkesan mewah.

Ruangan lain adalah ruangan tamu dinas, ruang konferensi dan ruang baca resmi. Sedangkan bangunan terpisah di samping ternyata adalah ruang keluarga walikota. Dimana Pak Wali beserta keluarga sehari-hari melakukan aktivitasnya.


Berfoto bersama Joko Wi
Sampai siswa selesai berkeliling ternyata Pak Joko belum selesai lho, menerima tamu…. Namun para staf rumah tangga itu dengan bijaksana mengatur kita semua duduk di anak tatangga yang menghubungkan dengan ruang kerja Pak Joko Wi itu. Akhirnya Pak Joko Wi keluar. Wah, siswa-siswa senang sekali bisa berjabat tangan dengan pak Joko Wi dan berfoto bersama.

Pengalaman ini sunguh menyenangkan dalam kehidupan seorang siswa. Seorang siswa memang harus mempunyai pengalaman pengalaman yang dapat memperkaya khasanah kehidupan dan berpikir siswa. Agar kelak bisa menjadi seorang yang besar dalam bangsa yang besar. Salah satunya dengan menimba pengalaman pada orang besar yang seperti kini dialami siswa kelas satu SD Muhamadiyah 1 dengan mengunjungi walikota di kediamannya.

(Bu Novi – Guru I C )

Sabtu, 11 Juli 2009

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI MEDIA INTERNET.

Bahasa yang sering dijumpai dalam internet,memang bahasa –bahasa yang biasa (standart) meskipun memang memakai bahasa Indonesia. Dalam artikel-artikel laporan mengguanakan bahasa ilmiah popular, sedangkan pada blog-blog banyak terdapat bahasa-bahasa yang lucu-lucu dan gaul. Semua itu mungkin dimaksudkan untuk menyerap banyak pembaca dan akan menggunakannya dengan ringan. Bagitulah kira-kira yang mungkin akan disampaikan oleh penulis-penulis dalam internet. Namun bagaimana nasib bahasa dalam susastra yang indah ? Kenapa tidak bahasa ini akan bisa terpakai didalamnya. Karena bahasa ini mempunyai kekuatan tersendiri dalam jajaran bahasa Indonesia.



CIRI KHAS

Penulisan ini bisa menjadi ciri khas tersendiri. Misalkan seseorang menulis dalam blognya khusus menulis tentang kesusastraan dalam bahasa Indonesia dan orang itu konsisten dalam perkembangannya,maka blog ini akan menjadi cirri khas tersendiri dalam perjalanan penulisannyanya

Penulis itu bisa menampikan dulu tulisan-tulisannya dahulu, lalu ketika dia akan merencanakan tulisannya dia bisa membuat proposal tulisan dan ditawarkan pada badan tertentu untuk mensponsori tulisan yang akan dibuat diblog tentang tulisan kesusastraan yang bagus. Ini juga akan menggairahkan dunia tulisan sastra di media internet


INDAH TANPA BATAS

Dunia sastra adalah dunia yang indah tanpa batas.kesusasteraan yang menyingkap cerita cerita yang indah dengan bahasa yang sangat menyentuh yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang adalah suatu kemenangan.Maka dengan kekuatan ini bisa menjadikan pembaca terurai emosinya menjelajah alam lain dengan membaca sastra,menembus dunia yang tanpa batas.

Oleh sebab itu bahasa sastra dalam media internet tidak usah menjadi keragu-raguan lagi untuk ditampilkan karena yang demikian akan mendapat sambutan tersendiri ditengah maraknya penulisan di media internet


Novi Saptina

Kepada

Panitia Lomba Penulisan Blog Bahasa dan Sastra

balaibahasabandung.web.id

Bersama ini saya sertakan naskah lomba blog kebahasaan dan sastra.

Jumat, 03 April 2009

PENDAMPINGAN ORANG TUA ,KEBUTUHAN ANAK

Banyak cara untuk mengoptimalkan potensi anak . Ada yang berpendapat bahwa usia emas seorang anak adalah saat dimana dia sudah mulai berjalan dan berbicara dan rasa ingin tahunya selalu bertambah itulah usia emas dari seorang anak akan berbagai ahli melihat usia ini dan menggalinya dari berbagai potensi anak dan berbagai demensi ilmu pula, agar semua warga di Indonesia dapat informasi tentang isu ini dengan mudah dan cepat serta kalau bisa dengan biaya yang tidak terlalu mahal untuk kalangan tertentu . karena tidak semua masyarakat Indonesia adalah orang berpunya. Baik berpunya dalam soal uang dan juga berpunya dalam soal pandangan atau integensial


PENDAMPINGAN SEORANG IBU

Pada masa umur anak bisa membuka mulut dan memanggil mama,menunjuk pada benda-benda baru disekeliling, berjalan berlari memebuka tangannya untuk memeluk ibunya. Disaat itulah ibu sangat diperlukan selalu ada dan siap untuk memenuhi segala kebutuhannya.Masa ini adalah masa yang banyak orang dinamakan golden age atau umur emas dimana orang tua atau seorang ibu akan dengan mudahnya memasukkan semua pengetahuan dan ilmu. Devi 35 th seorang ibu dari seorang anak bernama Putra,mencoba mendisiplinkan didikannya dengan cara sesudah adzan maghrib bergema mereka sekeluarga langsung shalat berjamaah bersama . Devi dan suaminya memang sudah komit untuk melakukan kedisiplinan ini dengan kompak untuk Putra.

Maka konsekwensinya memang sesudah salat maghrib papanya harus membaca alquran. Untuk menjadi pemacu Putra bias membaca alquran itu dikondisikan demikian sehingga Putra dengan gampang diiming kan untuk ditawari membaca surat-surat pendek juga huruf arab agar bisa membaca seperti papanya. Putra berhasil dibujuk ini dan mulailah sebelum usia satu tahun Putra sudah bisa membaca surat pendek secara hafalan.

Waktu terus berlalu,pelajaran ditambah dengan melukis atau menggambar dan juga pengenalan huruf dan membaca buku . Begitu juga ketika pagi sampai sore, ada pelajaran dan acara yang sudah terjadwal rapi. Pagi ketika ibunya mulai mengerjakan pekerjaan rumah,dia boleh bermain atau mengikutinya dengan manis. Ketika sudah waktunya tidur siang, Devi membacakan cerita pada Putra tentang seorang anak yang jadwlnya juga tertata sejak bangun tidur sampai akan tidur malam. Meskipun cerita itu mengisahkan tentang cerita anak yang sudah bersekolah, adiknya TK sedang kakanya kelas satu. Namun itu juga sebuah metode untuk meransang keinginan Putra untuk bersekolah nantinya.Seperti pada gambar atau cerita itu.

Begitulah Devi kini bias menikmati hasilnya. Putra sekarang kelas 3 SMA. Dari masuk TK sampai SD Devi tidak mempunyai kesulitan untuk Putra. Pada masanya dating sendiri pada Putra. Membaca,kestabilan emosi,kecerdaan dating tanpa benturan yang berarti. Sampai melepas susu botol sampai ke gelas hanya dengan komunikasi, bahwa dia makin menjadi besar,seperti pada orang dewasa mereka semua akan melepas masa kecilnya untuk menjadi dewasa. Dan itu disadari Putra dengan penuh keriangan menjadi dewasa.

Putra kini menjadi anak yang pandai disekolah,disenangi teman-temannya,pintar berbahasa Inggris, juga pintar bermain musik. Kepercayaan dirinya kuat,dia sering diminta berbagai lembaga untuk bermain musik.

Itulah peranan seorang ibu dalam mendampingi anaknya. Hal ini membuktikan bahwa memang peranan orang tua sangat menunjang keberhasilan anaknya. Yang paling penting lagi dari perjuabgan Devi ini yang bisa dilihat dengan jelas adalah,adanya

Dari sini dapatlah dilihat,dampingan orang tua atau perlunya bimbingan pada masa umur sekian itu sangat diperlukan sekali dan sangat membawa dampak yang baik bagi perkembangan anak.

Pada masa ini pulalah pendidikan Paud atau usia dini itu diperlukan.. Namun sesuai dengan kemampuan ekonomi pendidikan itu bisa dicapai secara formal ataupun didikan sendiri. Asalkan pengetahuan ini didapat oleh orang tua anak, insya Allah anak akan selamat pada titian ini dengan sukses,

.

Sabtu, 17 Januari 2009

MAMA AKU MAU KELAS 1 SD, BAGAIMANA MEMPERSIAKAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR

Banyak orang tua yang harap harap cemas ketika pitra putrinya akan memasuki sekolah dasar,bagaimana tidak ,ini sekolah terlamama dalam hidupnya yaitu 6 tahun. Padahal usia pada saat masuk juga belumlah dewasa,namun justru terlama dalam masa pendidikannya.
Tips dibawah ini akan membantu anda yang sedang mengalami masa-masa ini.
1. Ajaklah anak anda melihat sekolah yang bernama SD itu. Berilah penjelasan bahwa sekolah ini bisa menambah semua pengalaman dalam berbagai hal.
2. Ajaklah ke toko buku yang sebelumnya sudah anda survey buku yang berhubungan dengan masuk sekolah,sehingga putra anda itu bisa mengkaitkan ketika bersama anda melihat SD dan referensi yang ada di buku. Dia akan berfikir,kok ya ada bukunya ya? Dan dia makin yakin bahwa dunia itu menarik untuk dimasuki.
3. Kenalkan dengan seorang guru yang sebelumnya juga sudah anda dekati dulu,sehingga dalam wawancara bebas itu akrab tanpa hambatan
4. Bila SD itu mengadakan test masuk, beritahukan pada putra anda bahwa test itu hanya istilah dalam pendidikan saja,tetapi intinya sekolah itu ingin berkenalan dengannya sampai dimana dia pintar agar nanti mengajarinya gampang, Jadi kalau mempunyai kemampuan harus ditunjukkan agar bu gurunya bisa mengajari dengan mudah.
5. Bila nanti gagal di SD favorite itu, berkatalah pada putra anda, bahwa dia diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat lain. Dan disitulah tempat yang indah untuknya
6. Mulailah lembaran baru yang menyenangkan dengan segala sudut pandang yang positif., karena sukses bisa dari mana saja dengan sinar positif

Dra.Novi Saptina
Guru SD Muhammadiyah 1 Solo