Tampilkan postingan dengan label motivasi pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

Cinta Jarak Jauh Dalam Filosofi

Dalam kehidupan dewasa ini tidak selalu mulus dan ideal.Kalau film Habibi dan Ainun yang menggambarkan pasangan yang ideal sekali selaluberdua, saling bergenggam tangan sampai akhir hayat, entah itu suatu karunia atau keberuntungan atau apa yang bagus-bagus. Kalau saya melihat adalah suatu hal yang alami.Kalau hanya yang seperti ini yang bagus, lalu kaum-kaum yang berjuang melawan kekurangan itu apa tidak termasuk suatu keindahan?
Begitu juga pasangan yang harus menempuh perjalanan tidak dengan cara berkumpul karena keadaan, itupun bisa menjadi contoh kegigihan yang indah. Misalnya sepasang kekasih dari keluarga yang sederhana, mereka menikah usai lulus dan sang laki-laki harus mencari kerja di kotanya tidak didapat, didapatnya di luarkota. Untuk bersama belum memungkinkan akibatnya ya harus berpisah dulu agar kekayaan terkumpul dan kelak akan bersatu kembali.

Anggap wajar
Bila menjadi pasangan seperti ini anggap wajar saja lah, jangan terlalu menganggap ini suatu penderitaan dalam kehidupan.Bila ada suara-suara yang tidak mengenakkan di lingkungan, anggap angin lalu saja. Biarkan anjing menggongong kafilah tetap berlalu.
Bila yang wanita yang ada di kota, terus isi kegiatan dalam hari-hari dengan bijaksana. Minta uang dulu pada saudarauntuk sekolah lagi, atau mengambil kursus yang berguna untuk kehidupan. Selain bisa untuk mengisi hari-hari juga untuk membekali diri dengan ketrampilan-ketrampilan. Makin lama jarak jauh belum berkumpulnya pasangan harus didisiplinkan diri makin banyak ketrampilan yang dimiliki.
Hidup tidak selalu indah dan mulus, banyak kejadian dalam hidup ini dan anggap itu semua wajar saja dan alamiah. Dulu kita lahir juga sendiri bertemu dengan pasangan adalah jalan hidup. Berpisah jarak jauh ya bukan masalah wong dulu ya sendiri. Suatu ketika takdir memisahkan entah karena apa yang terima dengan sukacita, wong dulu ya sendiri. Pokoknya seperti kata Pujangga Jawa yang sangat terkenal yaitu Ronggowarsito, “Aja gumunan , lan aja kagetan”, yang artinya jangan terlalu memusingkan keadaan apalagi sampai membuat terhenyak, shock dan sebagainya karena semua itu berasal dari Yang Di Atas, Yang Maha Pencipta. Semua itu dijalani saja tidak usah banyak mengingkari ataupun protes. Karena Yang Maha Menciptakan ini akan selalu menciptakan yang terbaik yang dipilih untuk yang diciptakan. Jadi, yang diciptakan tidak bijaksana kalau mengingkari rencana untuk kita dari-Nya.
Bagi manusia yang diciptakan itu hanyalah ‘”eling lan waspada” menghadapi kehidupan ini. Eling, yaitu ingat pada Yang Maha Kuasa bahwa dia bisa berkehendak apa saja terhadap kita yang diciptakan jadi kita hanya diwajibkan taat. ,tunduk pada-Nya mohon maaf kepada-Nya dan mohon petunjuk jalan hidup untuk kita yang terbaik. Bila ada kesulitan mohon untuk dimudahkan. Waspada artinya yaitu selalu waspada terhadap kejadian alam yang akan mengingatkan kita pada Sang pencipta, apakah kita sudah menyakiti alam atau sudah sampai seberapa kita berbuat yang berguna untuk alam agar alam selalu berfihak pada kita. Bukan sebaliknya, berbuat untuk kepuasan hati dan kepentingan diri.
Urip ing donya mung mampir ngombe.  Arti kata bahwa hidup hanya sebentar sebagaimana hanya mampir untuk minum seteguk air, artinya sangat dalam sekali bahwa segala sesuatu didunia ini hanyalah segelas air saja. Selebihnya air dilautan itu adalah dunia nanti. Jadi pergunakan yang sedikit ini untuk mendapatkan raport yang sangat bagus untuk memasuki dunia yang kekal abadi yang bandingannya adalah satu lautan itu. Satu lautan, dibanding satu gelas, ah sungguh suatu perbandingan yang membuat merinding bulu kuduk sekaligus melecut semangat untuk berbuat yang terbaik.

Jangan sempit arti jarak jauh
Jangan sempit mengartikan cinta jarak jauh itu hanya cinta yang terjadi antara pasangan wanita dan laki-laki saja. Namun ketika kita berada di rantau dengan pasangan kita namun ternyata kita juga mengalami cinta jarak jauh yang sangat hakiki yaitu cinta jarak jauh kita dengan orang tua kita, dengan ibu kita yang sangat berjasa bagi kehidupan kita.
Bagaimana kita mengatur cinta jarak jauh dengan ibu kita yang berada di luar kota. Dia yang menyebabkan kita ada dan berada seperti sekarang ini. Apakah kita bisa membagi cinta kita padanya seperti dia menyayangi kita pada waktu kita kecil? Yang berkorban apapun demi anaknya? Yang tak henti belajar untuk mendidik anaknya? Ketika kita suda berkeluarga, pulang membawa masalah, ibu tetap membuka tangannya lebar-lebar. 

Come here baby, that’s no problem for our life. Jangan khawatir tidak ada yang perlu dicemaskan. I love you baby……… tanpa kenal kata bosan
Novi Saptina

Lihat juga artikel-artikel dari penulis di Kompasiana

Minggu, 04 November 2012

Bahasa Indonesia dan Tingkat Nasionalisme


Saat sekarang ini bahasa Indonesia di seluruh daerah daerah di Indonesia mengindikasikan sudah dipakai sebagai bahasa penghantar semua kegiatan yang dilakukan daerah di Indonesia. Hal ini terlihat bahwa orang berbahasa daerahnya sendiri sudah tidak dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Semua sudah dilakukan dengan pengantar bahasa Indonesia.

Meskipun memang ada beberapa daerah yang tetap melestarikan bahasa daerahnya dengan di kantor setiap hari tertentu diharuskan berbahasa daerah dengan sesame teman sejawatnya. Pun ada keluarga yang juga tetap melestarikan bahasa daerahnya dengan tetap mengajarkan anaknya berbahasa daerahnya agar bahasa ini tidak punah.

Namun sebagian besar sudah tidak melakukan itu lagi ,banyak yang sudah berpendapat bahwa saya adalah orang Indonesia dan berbahasa Indonesia. Begitulah masyarakat sudah sering menggunakan pernyataan itu bila ditanyakan kenapa tidak menggunakan bahasa daerahnya.


Alasan
Alasan apa yang dipakai masyarakat yang mendidik bahasa ibu menjadi nomor dua ini ya kebanyakan adalah agar lancar berbahasa Indonesia, sehingga bisa mengimbangi berbicara bila ada tamu dari kota lain yang dating dia dan anaknya tidak kikuk lagi menggunakan bahasa Indonesia. Jadi hal ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang dipakai pertama dalam berbahasa, daripada bahasa daerahnya.

Ketika ditanya kenapa alasan ini dipakai apakah tidak sayang pada Bahasa Jawa bila nanti punah ditelan masa? Lalu ada yang berkisah bahwa ketika anak-anaknya berkumpul dengan saudaranya, anak itu hanya diam dan senyum-senyum karena semua saudaranya datang dari Jakarta. Orang tua merasa kasihan melihat semua ini. Anaknya tidak bisa berkomunikasi lancar dengan saudaranya yang ada di Jakarta.

Hal ini mempunyai dampak bamyaknya siswa yang sudah tidak bisa lagi menggunakan bahasa daerahnya. Banyak guru yang terpaksa harus tertawa menahan lucunya jawaban yang ada dalam muatan lokalnya yaitu pelajaran Bahasa Jawa. Hal ini dikarenakan siswa sejak kecil sudah dibiasakan memakai bahasa Indonesia, sehingga justru memakai bahasa daerahnya sudah tigak bannyak yang dia kenal lagi. Dia hanya sering mendengar ayah dan ibu ayau orang tuanya dengan kakek dan neneknya berbahasa jawa tapi padanya tidak dibiasakan untuk ikut berbahasa jawa,akibatnya yang didengar sulit diaplikasikan atau diterapkan kedalam soal yang diterima di sekolahnya.

Agak lumayan bila sudah ada di kelas atas karena pelajaran yang dia terima sudah relatif lebih lama. Namun bila dilihat dari pengerjaan soal dari kelas bawah yang baru saja diperkenalkan belajar bahasa jawa dari gurunya,memang terlihat disini menggelikan sekali.

Semua ini menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia yang utama dipakai masyarakat di Indonesia khususnya di Jawa Tengah

Dengan adanya perilaku berbahasa Indonesia ini bisa diartikan nasionalisme di Indonesia sepetulnya sudah terwujut karenamelihat perilaku bahasa Indonesia yang digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ada pepatah bahasa menunjukkan bangsa. Kebiasaan bahasa Indonesia yang dipakai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah perilaku ke-Indonesia-an melalui berbahasa Indonesia, Dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober l928 juga disebutkan “kami putra-putri Indonesia berbahasa satu, Bahasa Indonesia”. Sejarah yang melatarbelakangi adalah bersatunya para pemuda Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatra, Jong Celebes dan lain-lain bersatu berkumpul tidak secara kedaerahan lagi melawan penjajahan Belanda secara terorganisir.

Jadi lengkaplah sudah bahwa ke Indonesiaan di tunjukkan dengan berbahasa Indonesia. Meskipun bermacam-macam suku bangsa di Indonesia mereka tetap dipersatukan dengan bahasa Indonesia. 

Namun sekarang ini pula banyak dikeluhkan bahwa nasionalisme mulai luntur. Indikator atau kecenderungan yang nampak adalah banyaknya perkelahian, tawuran dan segala bentuk-bentuk perpecahan yang terjadi di antara masyarakat.

Memang harus diakui bahwa hal itu benar-benar terjadi,dan sangat memprihatinkan. Hal itu pula yang menjadikan para ahli cerdik cendekia, lalu mengadakan pemikiran kembali tentang bentuk kesatuan yang harus dikembangkan di republik ini.
Bagaimana penyelesaian masalah ini? Apakah bahasa juga bisa berperan untuk ini semua?

Dalam masyarakat jawa terdapat bahasa yang bertingkat tingkat yang digunakan kesehariannya. Untuk orang tua untuk yang lebih tua dan untuk teman sebaya yaitu Basa Ngoko, Krama Andhap dan Krama Inggil. Meskipun terkesan sulit namun tingkat-tingkat dalam bahasa Jawa ini bisa menjadi sekat tersendiri bagi penahanan suatu emosi. Ketika seseorang sedang berhasa dengan temannya datang yang lebih tua, dia akan mengganti percakapannya dengan yang lebih halus, begitu pula bila lalu berhadapan dengan orang tua atau yang dihormati dia akan memakai bahasa karma inggil yang halus.

Pada orang yang baru kenal, dia akan menempatkan diri dengan krama atau bahasa yang halus. Jadi disini, nampak sekali bahwa seseorang selalu dihadapkan dengan menahan diri yang amat sangat. Ini berpengaruh banyak pada perilaku yang bersahaja, bijak, tidak tergesa gesa.

Berbahasa seperti ini tidak akan terjadi kemarahan yang luar biasa atau tidak terkendali, karena terbiasa menahan diri. Dalam hubungannnya dengan nasionalisme yang selalu mengedepankan kebersamaan hal ini sangatlah mendukung. Berbahasa yang halus dan santun akan berpengaruh positif dalam dukungannya terhadap kebersamaan.

Beberapa perusakan dan tindak anarkhi, menunjukkan bahwa kebanggaan terhadap kebangsaan sudah mulai kurang atau sudah tidak ada karena bila kebanggaan terhadap bangsa masih ada tindakan anarkhi dan perusakan itu akan berganti dengan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia dan selalu menjaga apa yang dipunyai bangsanya. Jangankan merusak yang ada hanya memuja bangsanya, tertuang dalam puisi ataupun lagu yang keluar dari hati yang tulus seorang anak negri.

Seperti yang dilakukan seorang Khairil Anwar yang membuat puisi tentang pahlawan pejuang Indonesia, ataupun Ismail Marzuki yang membuat Rayuan Pulau Kelapa, dan syair romantis lainnya yang digubah kedalam lagu. Lagu yang amat bagus yang selalu menjaga bangsa Indonesia dari cerai berai dan menjaga dalam kebanggaan bangsa Indonesia.

Dalam hubungan nasionalisme, bila merunut dalam bahasa jawa yang bertungkat tingkat dan menimbulkan rasa untuk menahan perasaan dan menempatkan diri dalam berbahasa yang berdampak positif. Maka bila itu diterapkan dalam bahasa Indonesia bisa dilihat dari bahasa bakunya.

Bila bahasa Indonesia dilakukan dengan bahasa baku yang sopan santun terhadap sesame saudara setanah airnya maka hal ini akan menjadikan dampak yang positif pula bagi persatuan dan kesatuan bangsa.Karena semua bersama berkata dan berbahasa yang baik dan itu akan menjadikan hubungan antar golongan antas suku menjadi baik karena ikatan bahasa baku yang baik dan santun.

Bila yang terjadi sebaliknya, yaitu berbahasa tidak baku kasar saling mengunggulkan daerahnya masing-masing maka yang terjadi adalah perpecahan karena memang Indonesia tidak berasal dari satu suku tapi banyak suku, sehingga untuk mempersatukan harus ada sesuatu yang mengikat yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia pun harus yang berkualitas untuk dapat menjadi pemersatu yang baik. Yaitu Bahasa Indonesia yang baku.

(Novi Saptina)

Sabtu, 28 Mei 2011

Pelaksanaan Pendidikan Alternatif


Belajar itu asyik
Jaman sekarang menuntut pendidikan sekolah berbenah diri terus mengikuti pengaruh-pengaruh yang muncul.  Seluruh jajaran harus bersatu padu memedulikan permasalahan pendidikan ini. Tidak berlebihan dikarenakan siswa-siswa yang bersekolah sekarang atau mahasiswa yang sedang menempuh studinya, mereka adalah yang jelas akan menggantikan generasi sekarang ini.
Permasalahannya bagaimana keadaan atau kondisi sekarang ini apakah kondusif untuk permasalahan pendidikan?



Belajar dimana saja


Tempat belajar bagi siswa sekarang bisa dimana saja. Siswa dalam belajar tidak usah terpaku pada kelas-kelas dan meja kursi yang formal, namun pada alam yang luas dan lingkungan yang memberikan inspirasi dan pemikiran baru yang manyenangkan bagi siswa,dan siswa bukanlah siswa yang mendaftar di suatu sekolah dan membayar sekian. Namun siswa bisa saja anak yang haus akan pendidikan dan berhak mendapatkan pendidikan dan kaum cerdik cendekia, kaum dermawan dan kaum hartawan yang berkesempatan untuk mengambil mereka dan dididik sebagai anak bangsa yang berpotensi  bagi bangsanya.
Alam adalah tempat belajar yang sangat bijak. Dibawah pohon yang ridang bagaimana kita dan anak didik memandang lepas horizon ciptaan Tuhan itu. Rasanya tidak ada lelah dan tidak ada batas untuk meraih mimpi sampai dimanapun. Kita ajak siswa kita merenda mimpi-mimpi itu, menyusunnya bersama. Kita katakan pada pohon yang melindungi kita tempat duduk itu. Bahwa dia bisa kita kupas dengan biologi dan sains. Dan dengan berteduh dibawahnyanya kita selesaikan soal matematika, kita bikin skenario naskah drama, kita pentaskan bersama, bernyanyi bersama, kita buat kue dan kerajinan tangan kita jual bersama. Belajar…belajar…belajar… di alam Bumi Tuhan, Bumi negri kita, Indonesia.

                                                                                                            (Novi Saptina)

Senin, 30 Agustus 2010

KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS I SD

Kearifan lokal dalam pembelajaran kelas satu sekolah dasar sangat bermanfaat sekali. Karena dalam siswa di usia ini adalah usia yang sangat manis sekali untuk menerima segala sesuatu. Usia ini adalah usia dimana anak itu melihat, mendengar lalu menirukan segala apa yang ada didepan matanya.

Oleh sebab itu memasukkan kearifan lokal dalam masa ini sangat berguna bagi pembentukan mental siswa,apalagi yang mengemban motto berakhlak dan berbudaya. Karena kearifan lokal jelas berbudaya,dilihat nilainya jelas berakhlak.
Perangkat perangkat yang digunakan untuk menerapkan nilai kearifan lokal bisa modern bisa tradisional tergantung manusia yang menjalankan pembelajaran itu . Disini yaitu guru yang menjadi aktor atau aktrisnya.

Guru bisa menggunakan IT untuk mengemas kearifan local ini untuk menarik perhatian dan minat siswa memasuki tahap ini, selanjutnya bisa menggunakan traditional show untuk mengembangkan perhatian dan menggabungkan kedua-duanya yaitu IT dan traditional show untuk variatif dan motorik siswanya.


Pendahuluan.
Siswa kelas satu sekolah dasar adalah siswa yang dari peralihan tamankanak-kanak atau TK menuju kepada sekolah dasar atau Basic school,di usia ini biasanya adalah masa peralihan dari masa bermain untuk ke sekolah dimana sekolah itu memiliki peraturan-peraturan yang mengharuskan anak untuk disiplin mematuhinya.
Namun tentu saja pada usaha kearah ini memperkenalkan sedikit demi sedikit kedisiplinan itu sehingga anak tidak merasa kaget untuk mengikutinya. Untuk itu pada masa ini biasanya pembelajarannya di upayakan sebagaimana sehingga pembelajaran itu menyenangkan. Biasanya permainan permainan, cerita itu menjadi metode untuk memasukkan pembelajaran di awal basic school ini.

Permainan permainan ataupun cerita ,itu sangat berkaitan dengan kearifan lokal pada daerah-daerah di Indonesia yang sangat memiliikeragaman budaya. Maka memasukkan kearifan lokal dalam pembelajaran terutama pada awal basic school di kelas satu sekolah dasar ini sangat cocok ditinjau dari segala segi.


Golden age
Banyak sekali yang mengatakan ipada usia 4 sampai dengan 6 tahun ini adalah usia emas. Anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat bagus sekali . Pada usia inilah anak sekolah menjadi penentu apakah dia akan melaju dengan baik. Apakah pendapat itu benar atau tidak memerlukan penelitian lebih lanjut lagi. Namun yang jelas pada usia kapanpun sejak dari bayi memang sebagai orang tua mutlak harus memantau perkembangan putra putrinya dengan sepenuh hati

Kembali pada pembicaraan tentang anak tersebut pada usia 4 sampai 6 tahun. Memang usia ini ditandai dengan perkembangan dimana sianak sudah bisa berjalan berbicara ,berlari dan bertanya apa saja yang ada disekitarnya.

Di usianya yang 4 tahun orang tua yang cukup mampu secara financial akan memasukkan masa pendidikannya pada play group. Namun pada keadaan keluarga yang kurang secara financial tidak memasukkan masa pendidikannya pada play group,biasanya mereka menunggunya sampai berumur lima tahun baru memasukkan masa pendidikannya di TK, TK pun biasanya juga bukan TK yang bagus tapi yang biasa saja,mengingat kebutuhan yang lain juga masih akan menjadi perhiungan.

Apakah ada pengaruhnya? Mana yang lebih bagus? Tidak mesti bisa dijawab secara pasti.Yang pentin pada usia ini sianak dicukupi kebutuhan perkembangannya . Yaitu dicukupi infomasinya karena pada usia ini sudah bisa berbicara dan bertanya apa saja. Jadi bila anak bericara ada saluran apa yang harus dibicarakan. Bila dia bertanya tentang lingkungannya dia akan tercukupi jawaban yang baik yang membuat dia berkembang terus menerus.

Hal ini semua bisa didapatkan di lembaga formal maupun non formal. Yaitu ketika dia masuk dalam sekolah atau tidak didalam sekolah. Yaitu hubngannya dengan ibunya, bicarnya apa saja, pertanyaannya dijawab dengan memuaskan dapat diterima dengan baik.
Selanjutnya pada usia itu anak sudah bisa berjalan dan berlari, pun kebutuhan ini harus dicukupi juga. Dia perlu berjalan-jalan ketempat yang harus diketahuinya dengan baik jalan apa yang harus ditempuh yang membuat dia bisa melihat dunia lebih indah dan lebih kuat.

Ketika dia ingin berlari, dia mempunyai tempat untuk berlari,mengerakkan kakinya sehinga badannya sehat dan kuat, Dia juga bisa melepaskan emosinya dengan berlari itu. Kaki-kaki kecilnya itu bisa dihentak-hentakkan puaslah sudah kebutuhan itu.
Hal ini juga didapatkan di lembaga formal dan non formal yaitu disekolahnya atupun di luar sekolahnya. Ketika dia dengan teman-temannya atau dengan saudaranya, atau dengan ayah ibu dan keluarganya

Jika semua ini terpenuhi dengan baik, kita bisa percaya diri bahwa sianak pada masa ini adalah masa keemasan bagi usianya. Masa keemasan ini layak dirayakan dan disyukuri pada yang maha kuasa dengan pengisian-pengisian mind (cara berfikir) yang terbaik. Dan yang terbaik itu bisa kita tentkan yang terbaik,namun teralami mungkin dan terbrillian mungkin.


Andil kearifan lokal
Maka kearifan local bisa tampil disini,untuk mendasari perkembangan dan pertumbuhan selanjutnya.Banyak ahli yang memerhatikan gejala yan ada sekarang,dimana permasalahan sedikit bisa menjadi besar. Sedikit sedikit terjadi kekerasan dan pelajar tawuran dimana-mana.Lepas dari permasalahan dan subyektivitas apapun, akar dari permasalahan ini para pengamat menjadikan sebab muasal adalah tidak adanya pandangan keteduhan dari akarnya.

Entah penggerak semua itu dalihnya adalah rekayasa,bayaran dan lain sebagainya, namun bila akar dai semua itu jiwa yang teduh maka tidak aka nada permasalahan ini untk jadi sebab musabab bencana ini. Dari jiwa yang teduh akan terlahir kebijaksanaan yang teduh, dari satu yang teduh akan berkumpul beberapa keteduhan, dari seluruh yang berkumpul dalam jiwa yang teguh, tidak akan terprovokasi apapun yang menyebabkan keluar dari keteduhan itu.

Kondisi masalah kecil isa menjadi masalah besar, itu dalam bahasa jawa terdapat sanepa,seperti peri bahasa yang dikatakan “ Kriwikan dadi grojogan “ yaitu artinya kriwikan adalah benda kecil yang tidak terlalu ada permasalahan sedangkan grojogan adalah air terjun yang sangat besar yang bisa membuat takut semua orang untuk mendekatinya, yaitu takut kalau-kalau akan membahayakan jiwanya. Begitu juga kekuatan grojogan akan bisa menghancurkan apa saja.. Begitulah makna kriwikan dadi grojogan.

Dan pribadi yang tidak terprovokasi hal yang tidak baik itu adalah pribadi yang “welas asih”.”wicaksono” ,”Digdaya”, ”Andhap asor“ dan “Ajur ajer”. Makna-makna dari kata-kata ini adalah:
1. Welas asih: adalah pribadi yang mempunyai rasa belas kasihan pada setiap orang. Dia tidak akan melihat kejelekan orang lain, dia selalu mengedepankan berbuat baik yaitu kasih sayang pada orang lain tanpa memikirkan apapun. Yang terpenting dia mengetahui bahwa berbuat baik dalam belas kasihan itu untu memperkaya bathinnya.
2. Wicaksono: yaitu pribadi yang bijaksana melihat semuanya, bijak dalam berkata dan bertindak. Bila berkata dia akan memilih dan memilih perkataan yang enak dan segar untuk diri dan orang lain. Pribadinya lentur dan lekat sekali dengan kegembiraan dan senyuman. Pribadi ini kan menyenangkan siapa saja.
3. Digadaya: adalah pribadi yang yang sangat berdaya, mempunyai kelebihan yang dalam hitungannya adalah banyak. Orang yang mempunyai kelebihan yang banyak akan menjadi tumpuan harapan bagi semua orang. Dia akan menjadi tempat datang berkunjung,tempat bertanya dan tempat belajar bagi banyak orang. Pribadi ini akan mengajar dengan sangat baik,penuh kasih sayang dan harapan agar yang bertanya kelak akan mengembangkan cita-cita kebaikan Negara yang utuh.
4. Andhap asor: adalah pribadi yang rendah hati, sopan santun, bisa menempatkan diri dalam tempat dimana dia berpijak. Bila dia berada di kalangan orang yang tua bisa memafatkan waktu untuk menyelami keadaan sekitarnya dan bertanya pada orang tua tersebut tentang keadaan sekitar atu yang diperlukan untuk kemajuan. Bila dia berada dalam puncak karier,dia tidak sombong, bisa memilih kata-kata yang tepat.dan bisa menyenangkan dalam pandangan.
5. Ajur ajer : erat kaitannya dengan andhap asor yaitu pribadi yang ajur yaitu pribadi yang bisa bergaul dengan siapa saja. Bisa merasakan apa yang dirasakan temannnya atau mempunyai empati terhadap sesama.
Kata-kata yang dilukiskan dalam sikap ini adalah kata kata yang terdapat pada kearifan local pada masyarakat jawa. Kearifan lokal ini juga ada pada daerah daerah lain.


Aplikasi
Dalam hubungannya dengan masa tumbuh kembang anak, pada usia dasar sangat cocok sekali bila dikenalkan dengan masalah ini karena pada usia yang support itulah yang tepat untuk membentuk kepribadiannya.

Sedangkan jenis-jenis kearifan local sangatlah banyak,misalnya dalam tembang atau lagu gaerah,permainan,dan cara hidup.permasalahan ini juga dipadukan dengan agama yang dianut oleh si tumbuh kembang, dan disinkronkan dengan kearifan local tersebut,sehingga si tumbuh kembang juga tahu bahwa ada persamaannya dengan agama dan ternyata semua juga bertemu dalam satu pemikiran tentu saja dengan kepandaian berkata khas pendidik yang akrab dengan anak didiknya, atau orang tua dengan anaknya.

Demikianlah kearifan lokal sangat berperan mendasari kepribadian siswa, sehinga memasukkan unsur kearifan lokal mutlak diperlukan, Indonesia sangat kaya dengan kearifan lokal yang menjadikan bangsanya arif dan bijaksana dimata banyak negara lainnya. Namun kearifan lokal hanya salah satu unsur yang harus dikombinasikan dengan demensi lain.

(Dra.Novi Saptina, guru SD Muhammadiyah I Surakarta)

Sabtu, 17 Juli 2010

PRESS RELEASE

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, dalam tahun ajaran baru 2010/2011,mengadakan Masa Orientasi siswa { MOS } yang diselenggarakan pada tanggal 12 sampai dengan 14 Juli 2010.


Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa baru kelas satu sekolah Dasar itu mengenal sekolahnya dengan baik, dengan kekhasan anak yang mempunyai pribadi yang unik.Untuk itu tema dari MOS ini adalah “Belajarku Menyenangkan “ agar siswa benar-benar menikmati betul masa pertamanya di sekolah tanpa rasa takut.

Adapun yang akan digelar untuk mengusung tema tersebut adalah sandiwara boneka, menyanyi dengan iringan musik bersama dan solo, tari daerah, rebana dan kegiatan yang menjadi ciri SD Muhammadiyah 1 yaitu pentas wayang dengan dalang cilik.

Namun tidak bisa lepas juga yaitu kegiatan keagamaan yang dikemas secara menarik dengan peragaan layar maya dan movie story tentang agama. Sehingga siswa mencerna dengan ringan namun mengena.

Akhir dari acara MOS ini ditutup dengan mengunungi rumah dinas Walikota. Dimaksudkan agar sejak dini siswa sudah dikenalkan dengan tempat pemerintahan di kotanya yang di pimpin oleh walikota dengan kediamannya di pusat kota solo yang dinamakan “ Loji Gandrung “

Meraih Prestasi

Pesan yang disampaikan pada siswa dalam gelar MOS yang dikemas serba menyenangkan ini diharapkan siswa baru menjadi siswa yang selalu mempunyai keinginan untk belajar dengan riang gembira dan mencapai prestasi setingi tinggi tanpa rasa malas. Dan selalu mengutakan hati yang riang. Seperti yang dipesankan oleh Nabi Muhammad SAW yang dicontoh tindakannya yaitu menjadikan tempat pendidikan atau sekolah itu sebagai Taman Surga.

(Novi Saptina)


Senin, 26 Januari 2009

CINTA DALAM KEHIDUPAN

Banyak warna-warni dalam kehidupan di dunia ini . Peristiwa datang silih berganti,apalagi yang merintis dalam kehidupan yang dimulai dengan kehidupan yang tidak terlalu dari tngkat yang tinggi. Memang tidak semua orang beruntung mempunyai kehidupan yang menyenangkan seperti dalam cerita.
Seorang alumni mahasiswa,bekerja, idealis,pandai,mengandalkan kekuatan diri sendiri,menikah dengan teman kuliahnya,tentunya kehidupan akan berbeda dengan pasangan yang difasilitasi orangtuanya yang kaya raya,atau mahasiswa yang mendapatkan jodoh pengusaha kaya raya,konglomerat,anggota DPR dan lain-lain.
Tapi kehidupan kan terus berjalan tanpa harus memilih dan menedahulukan kelompok tertentu yang harus hidup dahulu.Namun janganlah patah arang atau membuat phobi untuk hidup berkeluarga

BERSAHABATLAH DENGAN BUKU.
Segala sesuatu yang ada di dunia memang surga dunia yang serba menyenangkan. Mall,boutiq,pasar, dan segala yang mendekati itu menyenangkan dan memanjakan mata ,namun bisa menjadikan batin teriris, karena harga-harga itu lo yang tidak bersahabat dengan kantong kita. Untuk itu bersahabat dengan buku-buku akan memberi pencerahan yang lain . Dari buku,semua energi-energi akan terkuak karena buku diciptakan orang-orang yang mendasarinya dengan referensi-refensi yang canggih dan akurat. Jadi bila bersahabat dengan buku,cakrawala akan terbuka lebar,dan penuh kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Buku juga menjadikan pribadi terbentuk apik,tidak silau dengan segala sesuatu yang baru,karena sudah dapat kita baca di buku terlebih dahulu.

CINTA SESAMA
Cinta sesama juga sama ampuhnya dengan bersahabat dengan buku. Dilingkungan kita ada bermacam-macam adanya. Dari tumbuhan,hewan samapi manusia, bahkan barang-barang gedung-gedung bersejarang,komunitas-komunitas cinta lingkungan dll. Bila itu disahabati juga akan memperkaya khasanah pemikiran dan persahabatan. Jadi kenapa bahagia harus diletakkan pada hal-hal yang bersifat materi. Cinta yang demikian perlu dikembangkan untuk mendapatkan cita yang hakiki,yang penuh makna dalam menjalani hari-hari. Alangkah kasihannya bila seseorang hanya meletakkan hakekat kebahagiaan itu hanya pada kebahagia materi. Dia tidak akan pernah puas mendapatkannya. Wajahnya tidak akan setenang mereka yang bersahabat dengan buku dan mencintai sesama. Pandangannya tidak akan teduh seteduh mereka yang wawasan bacaannya luas terbentang dan cintannya tebal terhadap anak-anak yang membutuhkan uluran kasih sayangnya.Senyumnya tidak semanis mereka yang menghayati lembar-lembar kebijakan pemikiran abadi dan sayangnya pada seluruh makhluk hidup,dan yang terakhir, bahasanya,kata-kata yang dikeluarkan tidaklah sedingin kata-kata yang selalu menerapkan sapaan hangat para ilmuan kepada penghuni dunia dan telatennya menyiangi tumbuhan yang hijau yang menhiasi seluruh kota dengan ramah lingkungannya


Novi Saptina
Guru SD Muhammadiyah l Solo