Jumat, 18 Maret 2011

Asuransi dan Pelayanannya di Masyarakat

Asuransi menjadi pilihan banyak orang sekarang karena manfaat ganda yang diperoleh dari asuransi yaitu nilai pertanggungannya dan nilai tabungan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor keamanan menjadi yang utama dalam pemilihan ini. Karena apa yang terjadi sewaktu- waktu yang kita tidak tahu akan menjadi pertimbangan penting dalam memilih produk ini. Namun manfaat yang baik ini dan berubahnya cara berpikir masyarakat menuju polarisasi asuransi ini tidak akan ada gunanya kalau asuransi sendiri tidak merubah cara pelayanan terhadap nasabah asuransi.

Seperti kita ketahui bersama atau tidak bisa dipungkiri para agen asuransi merekrut dari para ibu-ibu rumah tangga. Karena diharapkan bisa menggaet nasabah dari hati ke hati dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang jumlahnya sangat banyak. Dari level ekonominya pun bermacam-macam. Tentunya hal ini sangat menguntungkan dalam penambahan quota nasabah. Sedangkan dalam perusahaan dan pabrik juga pasti adalah nasabah utama yang mengasuransikan aset perusahaannya. Jadi dua kelompok yang menjadi tardet market atau target pasar asuransi

Namun justru disinilah letak masa depan dan kredibilitas asuransi ini ditentukan. Harus mempunyai pelayanan yang prima di kantor. Jujur di lapangan dan care yang tinggi pada pemegang polis. Seluruh cara-cara lama harus sama sekali dihapus dari imej asuransi yang lama yaitu asuransi lembaga tidak bisa dipercaya.


BENTUK ASURANSI
Asuransi adalah sebuah program tabungan jangka tertentu yang diperuntukkan bagi penabung lembaga atau perseorangan. Perbedaan dari asuransi dengan tabungan bank adalah sifatnya yang berjangka itu. Yaitu tabungan yang dalam jangka untuk hari tua, pendidikan, dana pengantin dan lain-lain. Jangka tertentu selama tujuan penabungan itu dibagikan dengan waktu dan dana sampai tujuan tersebut sehingga menghasilkan jumlah perbulan yang harus ditabung dinamakan premi.

Misalnya, saya menabung di asuransi untuk tujuan pendidikan anak saya di perguruan tinggi. Maka umur anak saya sampai di perguruan tinggi dibagi taksiran biaya yang saya anggarkan dan hasil pembagian itu di wujudkan dalam dana bulanan yang harus ditabung sampai anak saya usia perguruan tinggi tersebut.

Pada saatnya tabungan itu bisa dinikmati untuk masuk perguruan tinggi. Satu lagi ada uang pertanggungan yang diperhitungkan oleh lembaga asuransi bahwa dalam masa selama itu kalau saya meninggal dunia karena sesuatu anak saya berhak untuk tetap mendapatkan haknya yaitu dana perguruan tinggi itu sehingga anak saya tetap tidak putus sekolah. Begitulah secara sederhana produk asuransi. Dan ada produk-produk lain yang disediakan.


PROFESIONAL DENGAN HATI
Apalagi sekarang muncul lembaga-lembaga syariah asuransi yang sudah mulai dengan pendekatan kepercayaan dari hati ke hati. Asuransi sudah harus mulai menata ulang lagi tentang pelayanannya. Sebetulnya dilihat dari produknya asuransi lebih mendahului berhati artinya asuransi mempunyai program yang melindungi para nasabah dari kemungkinan yang terburuk dari suatu kehidupan. Bagaimana tidak? Misalnya, seseorang menabung di asuransi yang digunakan untuk membiayai anaknya sampai dia kuliah atau mahasiswa. Seseorang ini dengan cermat memperhitungkan berapa yang harus ditabung setiap bulannya dalam mencapai arah itu. Cita-cita ini dibantu asuransi mewujudkannya dengan suatu produk asuransi jangka tertentu sampai ke tujuan tersebut/asuransi meng-cover beaya ini dengan suatu pertanggungan yang dapat diperoleh nasabah apabila nasabah mengalami sesuatu yang tidak diharapkan. Jadi bila hal itu terjadi maka anak tidak akan mengalami putus sekolah dan tidak bisa meneruskan karena biaya tidak ada.

Tentunya mimpi masa depan inilah yang diharapkan nasabah dan mengharapkan mimpinya didukung dengan rasa aman karena lembaga asuransi ini lembaga kepercayaannya.

Maka asuransi harus menjadi lembaga dipercaya dan kepercayaan masyarakat. Tujuan asuransi meng-cover masyarakat ini tujuan mulia yang harus menjadi kebanggaan lembaga. Membuat dipercaya dan berlaku menuju dipercaya harus menjadi suatu kebanggaan dalam langkah lembaga asuransi karena hanya lembaga ini yang mempunyai pelayanan mumpuni ini. Maka jadilah lembaga yang dipercaya


BERSAING DENGAN BANK
Kalau bank sudah begitu familiar atau akrab di masyarakat, maka asuransi yang sudah berumur sangat tua juga harus bersaing dengan bank. Pelayanan-pelayanan yang terdapat pada kantor asuransi harus seperti pada bank. Artinya pada produk-produk yang ditawarkan, untuk menjalani penerapannya jangan pakai lama lagi dan petugas-petugasnya jangan pakai muka asam dan gaya rumahan lagi. Pokoknya contoh bank harus dicontoh oleh lembaga asuransi. Semua perlu perubahan besar-besaran karena perubahan menimbulkan kemajuan. Perubahan juga menimbulkan warna baru, perubahan memerlukan pengorbanan. Yaitu pengorbanan bekerja keras untuk melayani dengan ramah dan jujur.

(Novi Saptina)

Jumat, 25 Februari 2011

Yang Membuat Sempurna

                Dimanakah letak suatu kesempurnaan? Kesempurnaan apakah miliknya orang yang kaya raya, yang gelarnya berderet-deret dan menjadi pimpinan pada banyak oraganisasi? Sepertinya secara kasat mata sepertinya iya.
                Tapi para bijak cendekia ternyata lebih setuju, orang  letak kesempurnaan seseorang adalah dia yang  dimata orang lain mempunyai kegunaan yang amat sangat. Berguna sebagai tempat bertanya, berguna sebagi penyejuk  jiwa, berguna bagi kemajuan masyarakat, berguna bagi bangsanya. Kalau kebetulan semua itu dipunyai oleh orang yang beruang banyak , kaya raya, gelarnya berderet, menjadi pimpinan berbagai organisasi, itu dikarenakan kesempurnaannya sebagai tempat yang berguna, tapi bukan harus orang yang seperti itu. Kebetulan orang seperti itu syukurlah, tapi bukan orang seperti itu tidak apa-apa kalau kesempurnaannya dimata orang lain memang berguna yang amat sangat.

Siswa Kelas 1 dan Walikota

“Pak Walikota mana, bu? Kok gak ada ?”, “ Itu kantornya ya”, “ Kalau berangkat ke kantor jam berapa?”, begitulah pertanyaan anak-anak SD Muhammadiyah 1 kelas satu yang baru masuk tahun ajaran 2010/2011 ini. Memang siswa kelas satu PPL di rumah dinas Walikota.Yang kerkediaman di Loji Gandrung di Jalan Slamet Riyadi Solo. Itulah kediaman dinas Walikota Joko Widodo yang akrab di panggil Pak Joko Wi tinggal sehari harinya.


Kenapa Rumah Walikota?
Kunjungan siswa kelas satu SD Muhammadiyah 1 ke tempat rumah orang nomor satu di kota Solo ini memang punya alasan yang tepat. Selain yang utama adalah karena rangkaian MOS atau Masa Orientasi Siswa baru SD Muhammadiyah 1 yang pada hari terakhirnya mempunyai acara berkunjung ke kediaman Walikota. Kegiatan ini memang mempunyai muatan pendidikan yaitu mengenal lebih dekat sosok walikota yang memimpin kota Solo itu dalam untaian yang lebih dekat.

Agar siswa tahu betul dari dekat bagaimana kehidupan seorang pemimpin itu. Tidak hanya dalam berita saja, tetapi menyaksikan sendiri secara langsung. Dan kenyataannya memang menyenangkan sekali pengalaman mendekati Walikota Pak Joko Wi ini.

Lha bagaimana tidak? Pagi itu kita semua datang berkunjung, kita sudah di sambut oleh staf Rumah Tangga Walikota dibawa ke pendopo yang letaknya di tengah bangunan gedung kuno yang orang sering menyebut dengan :” Gubernuran “. Di pendopo inilah Pak Wali juga menerima tamunya dalam jumlah yang banyak dan menjamunya disitu. Dan para siswa juga di jamu dengan sekotak kardus snack yang enak.

Kantor di Kediaman
Persis di depan pendopo itu terdapat ruang kerja Pak Joko Wi disitulah beliau menerima tamu dinas yang penting dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan pemerintahan kota Solo. Wah, ternyata sepagi itu sudah berkantor dan sudah ada tamu pula.

Siswa siswa lalu diajak oleh staf rumah tangga itu melihat gedung depan. Di gedung depan itu ada ruang Soekarno. Ternyata, dulu kalau Presiden Soekarno hadir menginap, beliau akan diterima di kamar itu. Ruangan masih terawat rapi, harum dan anggun sekali. Pantas dengan kewibawaan seorang proklamator bangsa Indonesia. Meski tidak berkesan mewah.

Ruangan lain adalah ruangan tamu dinas, ruang konferensi dan ruang baca resmi. Sedangkan bangunan terpisah di samping ternyata adalah ruang keluarga walikota. Dimana Pak Wali beserta keluarga sehari-hari melakukan aktivitasnya.


Berfoto bersama Joko Wi
Sampai siswa selesai berkeliling ternyata Pak Joko belum selesai lho, menerima tamu…. Namun para staf rumah tangga itu dengan bijaksana mengatur kita semua duduk di anak tatangga yang menghubungkan dengan ruang kerja Pak Joko Wi itu. Akhirnya Pak Joko Wi keluar. Wah, siswa-siswa senang sekali bisa berjabat tangan dengan pak Joko Wi dan berfoto bersama.

Pengalaman ini sunguh menyenangkan dalam kehidupan seorang siswa. Seorang siswa memang harus mempunyai pengalaman pengalaman yang dapat memperkaya khasanah kehidupan dan berpikir siswa. Agar kelak bisa menjadi seorang yang besar dalam bangsa yang besar. Salah satunya dengan menimba pengalaman pada orang besar yang seperti kini dialami siswa kelas satu SD Muhamadiyah 1 dengan mengunjungi walikota di kediamannya.

(Bu Novi – Guru I C )

Kamis, 09 Desember 2010

INTERNET SEHAT BIKIN SEHAT


Banyak yang harus dilakukan orang untuk mengisi hidupnya. Hidup sekarang begitu kemriyek-nya (crowded), begitu menuntut banyak hal untuk melakukan sesuatu tindakan yang terus -menerus  dalam bertindak.
                Bagaimana tidak sekarang  bukan suatu yang sudah menyelesaikan permasalahan atau segalanya. Jika orang belum mendapatkan pekerjaan, seolah-olah jika mendapatkan pekerjaan sudah akan menyelesaikan masalah. Namun ternyata setelah mendapatkan pekerjaan  masih banyak sekali permasalahan yang harus dihadapi. Mulai dari tekanan tekanan atasan, tekanan keluarga, tekanan pribadi dll terus mencecar kehidupan ini.
                Maka diperlukan cara hidup yang sehat yang menjadikan kehidupan berisi dan membahagiakan.

Selasa, 07 Desember 2010

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Sekarang banyak yang merasa dikejar-kejar materi pembelajaran di kelas terutama untuk memenuhi kriteria pembelajaran yang ideal. Soalnya sekarang guru-guru dituntut untuk banyak persyaratan tentang idealisme guru.

Salah satunya tentang pembuatan Penelitian Tindakan Kelas. Ini salah satu contoh penelitian tersebut yang bisa menambah wacana.
Proposal ini dibuat ketika kita semua selesai berkumpul mengadakan workshop dengan Dinas Pendidikan kota di Solo Jateng. Selamat membaca!

Senin, 30 Agustus 2010

KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS I SD

Kearifan lokal dalam pembelajaran kelas satu sekolah dasar sangat bermanfaat sekali. Karena dalam siswa di usia ini adalah usia yang sangat manis sekali untuk menerima segala sesuatu. Usia ini adalah usia dimana anak itu melihat, mendengar lalu menirukan segala apa yang ada didepan matanya.

Oleh sebab itu memasukkan kearifan lokal dalam masa ini sangat berguna bagi pembentukan mental siswa,apalagi yang mengemban motto berakhlak dan berbudaya. Karena kearifan lokal jelas berbudaya,dilihat nilainya jelas berakhlak.
Perangkat perangkat yang digunakan untuk menerapkan nilai kearifan lokal bisa modern bisa tradisional tergantung manusia yang menjalankan pembelajaran itu . Disini yaitu guru yang menjadi aktor atau aktrisnya.

Guru bisa menggunakan IT untuk mengemas kearifan local ini untuk menarik perhatian dan minat siswa memasuki tahap ini, selanjutnya bisa menggunakan traditional show untuk mengembangkan perhatian dan menggabungkan kedua-duanya yaitu IT dan traditional show untuk variatif dan motorik siswanya.


Pendahuluan.
Siswa kelas satu sekolah dasar adalah siswa yang dari peralihan tamankanak-kanak atau TK menuju kepada sekolah dasar atau Basic school,di usia ini biasanya adalah masa peralihan dari masa bermain untuk ke sekolah dimana sekolah itu memiliki peraturan-peraturan yang mengharuskan anak untuk disiplin mematuhinya.
Namun tentu saja pada usaha kearah ini memperkenalkan sedikit demi sedikit kedisiplinan itu sehingga anak tidak merasa kaget untuk mengikutinya. Untuk itu pada masa ini biasanya pembelajarannya di upayakan sebagaimana sehingga pembelajaran itu menyenangkan. Biasanya permainan permainan, cerita itu menjadi metode untuk memasukkan pembelajaran di awal basic school ini.

Permainan permainan ataupun cerita ,itu sangat berkaitan dengan kearifan lokal pada daerah-daerah di Indonesia yang sangat memiliikeragaman budaya. Maka memasukkan kearifan lokal dalam pembelajaran terutama pada awal basic school di kelas satu sekolah dasar ini sangat cocok ditinjau dari segala segi.


Golden age
Banyak sekali yang mengatakan ipada usia 4 sampai dengan 6 tahun ini adalah usia emas. Anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat bagus sekali . Pada usia inilah anak sekolah menjadi penentu apakah dia akan melaju dengan baik. Apakah pendapat itu benar atau tidak memerlukan penelitian lebih lanjut lagi. Namun yang jelas pada usia kapanpun sejak dari bayi memang sebagai orang tua mutlak harus memantau perkembangan putra putrinya dengan sepenuh hati

Kembali pada pembicaraan tentang anak tersebut pada usia 4 sampai 6 tahun. Memang usia ini ditandai dengan perkembangan dimana sianak sudah bisa berjalan berbicara ,berlari dan bertanya apa saja yang ada disekitarnya.

Di usianya yang 4 tahun orang tua yang cukup mampu secara financial akan memasukkan masa pendidikannya pada play group. Namun pada keadaan keluarga yang kurang secara financial tidak memasukkan masa pendidikannya pada play group,biasanya mereka menunggunya sampai berumur lima tahun baru memasukkan masa pendidikannya di TK, TK pun biasanya juga bukan TK yang bagus tapi yang biasa saja,mengingat kebutuhan yang lain juga masih akan menjadi perhiungan.

Apakah ada pengaruhnya? Mana yang lebih bagus? Tidak mesti bisa dijawab secara pasti.Yang pentin pada usia ini sianak dicukupi kebutuhan perkembangannya . Yaitu dicukupi infomasinya karena pada usia ini sudah bisa berbicara dan bertanya apa saja. Jadi bila anak bericara ada saluran apa yang harus dibicarakan. Bila dia bertanya tentang lingkungannya dia akan tercukupi jawaban yang baik yang membuat dia berkembang terus menerus.

Hal ini semua bisa didapatkan di lembaga formal maupun non formal. Yaitu ketika dia masuk dalam sekolah atau tidak didalam sekolah. Yaitu hubngannya dengan ibunya, bicarnya apa saja, pertanyaannya dijawab dengan memuaskan dapat diterima dengan baik.
Selanjutnya pada usia itu anak sudah bisa berjalan dan berlari, pun kebutuhan ini harus dicukupi juga. Dia perlu berjalan-jalan ketempat yang harus diketahuinya dengan baik jalan apa yang harus ditempuh yang membuat dia bisa melihat dunia lebih indah dan lebih kuat.

Ketika dia ingin berlari, dia mempunyai tempat untuk berlari,mengerakkan kakinya sehinga badannya sehat dan kuat, Dia juga bisa melepaskan emosinya dengan berlari itu. Kaki-kaki kecilnya itu bisa dihentak-hentakkan puaslah sudah kebutuhan itu.
Hal ini juga didapatkan di lembaga formal dan non formal yaitu disekolahnya atupun di luar sekolahnya. Ketika dia dengan teman-temannya atau dengan saudaranya, atau dengan ayah ibu dan keluarganya

Jika semua ini terpenuhi dengan baik, kita bisa percaya diri bahwa sianak pada masa ini adalah masa keemasan bagi usianya. Masa keemasan ini layak dirayakan dan disyukuri pada yang maha kuasa dengan pengisian-pengisian mind (cara berfikir) yang terbaik. Dan yang terbaik itu bisa kita tentkan yang terbaik,namun teralami mungkin dan terbrillian mungkin.


Andil kearifan lokal
Maka kearifan local bisa tampil disini,untuk mendasari perkembangan dan pertumbuhan selanjutnya.Banyak ahli yang memerhatikan gejala yan ada sekarang,dimana permasalahan sedikit bisa menjadi besar. Sedikit sedikit terjadi kekerasan dan pelajar tawuran dimana-mana.Lepas dari permasalahan dan subyektivitas apapun, akar dari permasalahan ini para pengamat menjadikan sebab muasal adalah tidak adanya pandangan keteduhan dari akarnya.

Entah penggerak semua itu dalihnya adalah rekayasa,bayaran dan lain sebagainya, namun bila akar dai semua itu jiwa yang teduh maka tidak aka nada permasalahan ini untk jadi sebab musabab bencana ini. Dari jiwa yang teduh akan terlahir kebijaksanaan yang teduh, dari satu yang teduh akan berkumpul beberapa keteduhan, dari seluruh yang berkumpul dalam jiwa yang teguh, tidak akan terprovokasi apapun yang menyebabkan keluar dari keteduhan itu.

Kondisi masalah kecil isa menjadi masalah besar, itu dalam bahasa jawa terdapat sanepa,seperti peri bahasa yang dikatakan “ Kriwikan dadi grojogan “ yaitu artinya kriwikan adalah benda kecil yang tidak terlalu ada permasalahan sedangkan grojogan adalah air terjun yang sangat besar yang bisa membuat takut semua orang untuk mendekatinya, yaitu takut kalau-kalau akan membahayakan jiwanya. Begitu juga kekuatan grojogan akan bisa menghancurkan apa saja.. Begitulah makna kriwikan dadi grojogan.

Dan pribadi yang tidak terprovokasi hal yang tidak baik itu adalah pribadi yang “welas asih”.”wicaksono” ,”Digdaya”, ”Andhap asor“ dan “Ajur ajer”. Makna-makna dari kata-kata ini adalah:
1. Welas asih: adalah pribadi yang mempunyai rasa belas kasihan pada setiap orang. Dia tidak akan melihat kejelekan orang lain, dia selalu mengedepankan berbuat baik yaitu kasih sayang pada orang lain tanpa memikirkan apapun. Yang terpenting dia mengetahui bahwa berbuat baik dalam belas kasihan itu untu memperkaya bathinnya.
2. Wicaksono: yaitu pribadi yang bijaksana melihat semuanya, bijak dalam berkata dan bertindak. Bila berkata dia akan memilih dan memilih perkataan yang enak dan segar untuk diri dan orang lain. Pribadinya lentur dan lekat sekali dengan kegembiraan dan senyuman. Pribadi ini kan menyenangkan siapa saja.
3. Digadaya: adalah pribadi yang yang sangat berdaya, mempunyai kelebihan yang dalam hitungannya adalah banyak. Orang yang mempunyai kelebihan yang banyak akan menjadi tumpuan harapan bagi semua orang. Dia akan menjadi tempat datang berkunjung,tempat bertanya dan tempat belajar bagi banyak orang. Pribadi ini akan mengajar dengan sangat baik,penuh kasih sayang dan harapan agar yang bertanya kelak akan mengembangkan cita-cita kebaikan Negara yang utuh.
4. Andhap asor: adalah pribadi yang rendah hati, sopan santun, bisa menempatkan diri dalam tempat dimana dia berpijak. Bila dia berada di kalangan orang yang tua bisa memafatkan waktu untuk menyelami keadaan sekitarnya dan bertanya pada orang tua tersebut tentang keadaan sekitar atu yang diperlukan untuk kemajuan. Bila dia berada dalam puncak karier,dia tidak sombong, bisa memilih kata-kata yang tepat.dan bisa menyenangkan dalam pandangan.
5. Ajur ajer : erat kaitannya dengan andhap asor yaitu pribadi yang ajur yaitu pribadi yang bisa bergaul dengan siapa saja. Bisa merasakan apa yang dirasakan temannnya atau mempunyai empati terhadap sesama.
Kata-kata yang dilukiskan dalam sikap ini adalah kata kata yang terdapat pada kearifan local pada masyarakat jawa. Kearifan lokal ini juga ada pada daerah daerah lain.


Aplikasi
Dalam hubungannya dengan masa tumbuh kembang anak, pada usia dasar sangat cocok sekali bila dikenalkan dengan masalah ini karena pada usia yang support itulah yang tepat untuk membentuk kepribadiannya.

Sedangkan jenis-jenis kearifan local sangatlah banyak,misalnya dalam tembang atau lagu gaerah,permainan,dan cara hidup.permasalahan ini juga dipadukan dengan agama yang dianut oleh si tumbuh kembang, dan disinkronkan dengan kearifan local tersebut,sehingga si tumbuh kembang juga tahu bahwa ada persamaannya dengan agama dan ternyata semua juga bertemu dalam satu pemikiran tentu saja dengan kepandaian berkata khas pendidik yang akrab dengan anak didiknya, atau orang tua dengan anaknya.

Demikianlah kearifan lokal sangat berperan mendasari kepribadian siswa, sehinga memasukkan unsur kearifan lokal mutlak diperlukan, Indonesia sangat kaya dengan kearifan lokal yang menjadikan bangsanya arif dan bijaksana dimata banyak negara lainnya. Namun kearifan lokal hanya salah satu unsur yang harus dikombinasikan dengan demensi lain.

(Dra.Novi Saptina, guru SD Muhammadiyah I Surakarta)

Sabtu, 17 Juli 2010

PRESS RELEASE

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, dalam tahun ajaran baru 2010/2011,mengadakan Masa Orientasi siswa { MOS } yang diselenggarakan pada tanggal 12 sampai dengan 14 Juli 2010.


Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa baru kelas satu sekolah Dasar itu mengenal sekolahnya dengan baik, dengan kekhasan anak yang mempunyai pribadi yang unik.Untuk itu tema dari MOS ini adalah “Belajarku Menyenangkan “ agar siswa benar-benar menikmati betul masa pertamanya di sekolah tanpa rasa takut.

Adapun yang akan digelar untuk mengusung tema tersebut adalah sandiwara boneka, menyanyi dengan iringan musik bersama dan solo, tari daerah, rebana dan kegiatan yang menjadi ciri SD Muhammadiyah 1 yaitu pentas wayang dengan dalang cilik.

Namun tidak bisa lepas juga yaitu kegiatan keagamaan yang dikemas secara menarik dengan peragaan layar maya dan movie story tentang agama. Sehingga siswa mencerna dengan ringan namun mengena.

Akhir dari acara MOS ini ditutup dengan mengunungi rumah dinas Walikota. Dimaksudkan agar sejak dini siswa sudah dikenalkan dengan tempat pemerintahan di kotanya yang di pimpin oleh walikota dengan kediamannya di pusat kota solo yang dinamakan “ Loji Gandrung “

Meraih Prestasi

Pesan yang disampaikan pada siswa dalam gelar MOS yang dikemas serba menyenangkan ini diharapkan siswa baru menjadi siswa yang selalu mempunyai keinginan untk belajar dengan riang gembira dan mencapai prestasi setingi tinggi tanpa rasa malas. Dan selalu mengutakan hati yang riang. Seperti yang dipesankan oleh Nabi Muhammad SAW yang dicontoh tindakannya yaitu menjadikan tempat pendidikan atau sekolah itu sebagai Taman Surga.

(Novi Saptina)