Jumat, 25 Februari 2011
Yang Membuat Sempurna
Siswa Kelas 1 dan Walikota
Kamis, 09 Desember 2010
INTERNET SEHAT BIKIN SEHAT
Selasa, 07 Desember 2010
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Salah satunya tentang pembuatan Penelitian Tindakan Kelas. Ini salah satu contoh penelitian tersebut yang bisa menambah wacana.
Proposal ini dibuat ketika kita semua selesai berkumpul mengadakan workshop dengan Dinas Pendidikan kota di Solo Jateng. Selamat membaca!
Senin, 30 Agustus 2010
KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS I SD
Oleh sebab itu memasukkan kearifan lokal dalam masa ini sangat berguna bagi pembentukan mental siswa,apalagi yang mengemban motto berakhlak dan berbudaya. Karena kearifan lokal jelas berbudaya,dilihat nilainya jelas berakhlak.
Perangkat perangkat yang digunakan untuk menerapkan nilai kearifan lokal bisa modern bisa tradisional tergantung manusia yang menjalankan pembelajaran itu . Disini yaitu guru yang menjadi aktor atau aktrisnya.
Guru bisa menggunakan IT untuk mengemas kearifan local ini untuk menarik perhatian dan minat siswa memasuki tahap ini, selanjutnya bisa menggunakan traditional show untuk mengembangkan perhatian dan menggabungkan kedua-duanya yaitu IT dan traditional show untuk variatif dan motorik siswanya.
Pendahuluan.
Siswa kelas satu sekolah dasar adalah siswa yang dari peralihan tamankanak-kanak atau TK menuju kepada sekolah dasar atau Basic school,di usia ini biasanya adalah masa peralihan dari masa bermain untuk ke sekolah dimana sekolah itu memiliki peraturan-peraturan yang mengharuskan anak untuk disiplin mematuhinya.
Namun tentu saja pada usaha kearah ini memperkenalkan sedikit demi sedikit kedisiplinan itu sehingga anak tidak merasa kaget untuk mengikutinya. Untuk itu pada masa ini biasanya pembelajarannya di upayakan sebagaimana sehingga pembelajaran itu menyenangkan. Biasanya permainan permainan, cerita itu menjadi metode untuk memasukkan pembelajaran di awal basic school ini.
Permainan permainan ataupun cerita ,itu sangat berkaitan dengan kearifan lokal pada daerah-daerah di Indonesia yang sangat memiliikeragaman budaya. Maka memasukkan kearifan lokal dalam pembelajaran terutama pada awal basic school di kelas satu sekolah dasar ini sangat cocok ditinjau dari segala segi.
Golden age
Banyak sekali yang mengatakan ipada usia 4 sampai dengan 6 tahun ini adalah usia emas. Anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat bagus sekali . Pada usia inilah anak sekolah menjadi penentu apakah dia akan melaju dengan baik. Apakah pendapat itu benar atau tidak memerlukan penelitian lebih lanjut lagi. Namun yang jelas pada usia kapanpun sejak dari bayi memang sebagai orang tua mutlak harus memantau perkembangan putra putrinya dengan sepenuh hati
Kembali pada pembicaraan tentang anak tersebut pada usia 4 sampai 6 tahun. Memang usia ini ditandai dengan perkembangan dimana sianak sudah bisa berjalan berbicara ,berlari dan bertanya apa saja yang ada disekitarnya.
Di usianya yang 4 tahun orang tua yang cukup mampu secara financial akan memasukkan masa pendidikannya pada play group. Namun pada keadaan keluarga yang kurang secara financial tidak memasukkan masa pendidikannya pada play group,biasanya mereka menunggunya sampai berumur lima tahun baru memasukkan masa pendidikannya di TK, TK pun biasanya juga bukan TK yang bagus tapi yang biasa saja,mengingat kebutuhan yang lain juga masih akan menjadi perhiungan.
Apakah ada pengaruhnya? Mana yang lebih bagus? Tidak mesti bisa dijawab secara pasti.Yang pentin pada usia ini sianak dicukupi kebutuhan perkembangannya . Yaitu dicukupi infomasinya karena pada usia ini sudah bisa berbicara dan bertanya apa saja. Jadi bila anak bericara ada saluran apa yang harus dibicarakan. Bila dia bertanya tentang lingkungannya dia akan tercukupi jawaban yang baik yang membuat dia berkembang terus menerus.
Hal ini semua bisa didapatkan di lembaga formal maupun non formal. Yaitu ketika dia masuk dalam sekolah atau tidak didalam sekolah. Yaitu hubngannya dengan ibunya, bicarnya apa saja, pertanyaannya dijawab dengan memuaskan dapat diterima dengan baik.
Selanjutnya pada usia itu anak sudah bisa berjalan dan berlari, pun kebutuhan ini harus dicukupi juga. Dia perlu berjalan-jalan ketempat yang harus diketahuinya dengan baik jalan apa yang harus ditempuh yang membuat dia bisa melihat dunia lebih indah dan lebih kuat.
Ketika dia ingin berlari, dia mempunyai tempat untuk berlari,mengerakkan kakinya sehinga badannya sehat dan kuat, Dia juga bisa melepaskan emosinya dengan berlari itu. Kaki-kaki kecilnya itu bisa dihentak-hentakkan puaslah sudah kebutuhan itu.
Hal ini juga didapatkan di lembaga formal dan non formal yaitu disekolahnya atupun di luar sekolahnya. Ketika dia dengan teman-temannya atau dengan saudaranya, atau dengan ayah ibu dan keluarganya
Jika semua ini terpenuhi dengan baik, kita bisa percaya diri bahwa sianak pada masa ini adalah masa keemasan bagi usianya. Masa keemasan ini layak dirayakan dan disyukuri pada yang maha kuasa dengan pengisian-pengisian mind (cara berfikir) yang terbaik. Dan yang terbaik itu bisa kita tentkan yang terbaik,namun teralami mungkin dan terbrillian mungkin.
Andil kearifan lokal
Maka kearifan local bisa tampil disini,untuk mendasari perkembangan dan pertumbuhan selanjutnya.Banyak ahli yang memerhatikan gejala yan ada sekarang,dimana permasalahan sedikit bisa menjadi besar. Sedikit sedikit terjadi kekerasan dan pelajar tawuran dimana-mana.Lepas dari permasalahan dan subyektivitas apapun, akar dari permasalahan ini para pengamat menjadikan sebab muasal adalah tidak adanya pandangan keteduhan dari akarnya.
Entah penggerak semua itu dalihnya adalah rekayasa,bayaran dan lain sebagainya, namun bila akar dai semua itu jiwa yang teduh maka tidak aka nada permasalahan ini untk jadi sebab musabab bencana ini. Dari jiwa yang teduh akan terlahir kebijaksanaan yang teduh, dari satu yang teduh akan berkumpul beberapa keteduhan, dari seluruh yang berkumpul dalam jiwa yang teguh, tidak akan terprovokasi apapun yang menyebabkan keluar dari keteduhan itu.
Kondisi masalah kecil isa menjadi masalah besar, itu dalam bahasa jawa terdapat sanepa,seperti peri bahasa yang dikatakan “ Kriwikan dadi grojogan “ yaitu artinya kriwikan adalah benda kecil yang tidak terlalu ada permasalahan sedangkan grojogan adalah air terjun yang sangat besar yang bisa membuat takut semua orang untuk mendekatinya, yaitu takut kalau-kalau akan membahayakan jiwanya. Begitu juga kekuatan grojogan akan bisa menghancurkan apa saja.. Begitulah makna kriwikan dadi grojogan.
Dan pribadi yang tidak terprovokasi hal yang tidak baik itu adalah pribadi yang “welas asih”.”wicaksono” ,”Digdaya”, ”Andhap asor“ dan “Ajur ajer”. Makna-makna dari kata-kata ini adalah:
1. Welas asih: adalah pribadi yang mempunyai rasa belas kasihan pada setiap orang. Dia tidak akan melihat kejelekan orang lain, dia selalu mengedepankan berbuat baik yaitu kasih sayang pada orang lain tanpa memikirkan apapun. Yang terpenting dia mengetahui bahwa berbuat baik dalam belas kasihan itu untu memperkaya bathinnya.
2. Wicaksono: yaitu pribadi yang bijaksana melihat semuanya, bijak dalam berkata dan bertindak. Bila berkata dia akan memilih dan memilih perkataan yang enak dan segar untuk diri dan orang lain. Pribadinya lentur dan lekat sekali dengan kegembiraan dan senyuman. Pribadi ini kan menyenangkan siapa saja.
3. Digadaya: adalah pribadi yang yang sangat berdaya, mempunyai kelebihan yang dalam hitungannya adalah banyak. Orang yang mempunyai kelebihan yang banyak akan menjadi tumpuan harapan bagi semua orang. Dia akan menjadi tempat datang berkunjung,tempat bertanya dan tempat belajar bagi banyak orang. Pribadi ini akan mengajar dengan sangat baik,penuh kasih sayang dan harapan agar yang bertanya kelak akan mengembangkan cita-cita kebaikan Negara yang utuh.
4. Andhap asor: adalah pribadi yang rendah hati, sopan santun, bisa menempatkan diri dalam tempat dimana dia berpijak. Bila dia berada di kalangan orang yang tua bisa memafatkan waktu untuk menyelami keadaan sekitarnya dan bertanya pada orang tua tersebut tentang keadaan sekitar atu yang diperlukan untuk kemajuan. Bila dia berada dalam puncak karier,dia tidak sombong, bisa memilih kata-kata yang tepat.dan bisa menyenangkan dalam pandangan.
5. Ajur ajer : erat kaitannya dengan andhap asor yaitu pribadi yang ajur yaitu pribadi yang bisa bergaul dengan siapa saja. Bisa merasakan apa yang dirasakan temannnya atau mempunyai empati terhadap sesama.
Kata-kata yang dilukiskan dalam sikap ini adalah kata kata yang terdapat pada kearifan local pada masyarakat jawa. Kearifan lokal ini juga ada pada daerah daerah lain.
Aplikasi
Dalam hubungannya dengan masa tumbuh kembang anak, pada usia dasar sangat cocok sekali bila dikenalkan dengan masalah ini karena pada usia yang support itulah yang tepat untuk membentuk kepribadiannya.
Sedangkan jenis-jenis kearifan local sangatlah banyak,misalnya dalam tembang atau lagu gaerah,permainan,dan cara hidup.permasalahan ini juga dipadukan dengan agama yang dianut oleh si tumbuh kembang, dan disinkronkan dengan kearifan local tersebut,sehingga si tumbuh kembang juga tahu bahwa ada persamaannya dengan agama dan ternyata semua juga bertemu dalam satu pemikiran tentu saja dengan kepandaian berkata khas pendidik yang akrab dengan anak didiknya, atau orang tua dengan anaknya.
Demikianlah kearifan lokal sangat berperan mendasari kepribadian siswa, sehinga memasukkan unsur kearifan lokal mutlak diperlukan, Indonesia sangat kaya dengan kearifan lokal yang menjadikan bangsanya arif dan bijaksana dimata banyak negara lainnya. Namun kearifan lokal hanya salah satu unsur yang harus dikombinasikan dengan demensi lain.
(Dra.Novi Saptina, guru SD Muhammadiyah I Surakarta)
Sabtu, 17 Juli 2010
PRESS RELEASE
Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa baru kelas satu sekolah Dasar itu mengenal sekolahnya dengan baik, dengan kekhasan anak yang mempunyai pribadi yang unik.Untuk itu tema dari MOS ini adalah “Belajarku Menyenangkan “ agar siswa benar-benar menikmati betul masa pertamanya di sekolah tanpa rasa takut.
Adapun yang akan digelar untuk mengusung tema tersebut adalah sandiwara boneka, menyanyi dengan iringan musik bersama dan solo, tari daerah, rebana dan kegiatan yang menjadi ciri SD Muhammadiyah 1 yaitu pentas wayang dengan dalang cilik.
Namun tidak bisa lepas juga yaitu kegiatan keagamaan yang dikemas secara menarik dengan peragaan layar maya dan movie story tentang agama. Sehingga siswa mencerna dengan ringan namun mengena.
Akhir dari acara MOS ini ditutup dengan mengunungi rumah dinas Walikota. Dimaksudkan agar sejak dini siswa sudah dikenalkan dengan tempat pemerintahan di kotanya yang di pimpin oleh walikota dengan kediamannya di pusat
Meraih Prestasi
Pesan yang disampaikan pada siswa dalam gelar MOS yang dikemas serba menyenangkan ini diharapkan siswa baru menjadi siswa yang selalu mempunyai keinginan untk belajar dengan riang gembira dan mencapai prestasi setingi tinggi tanpa rasa malas. Dan selalu mengutakan hati yang riang. Seperti yang dipesankan oleh Nabi Muhammad SAW yang dicontoh tindakannya yaitu menjadikan tempat pendidikan atau sekolah itu sebagai Taman Surga.
(
Minggu, 30 Mei 2010
PERGINYA ORANG-ORANG NEGRI KINI
Terakhir ini banyak orang Indonesia yang sudah dipanggil Tuhan untuk kembali ke sisinya. Yang baru saja hangat di depan mata adalah pencipta lagu Bengawan Solo yang tutup usia,setelah berulang kali masuk rumah sakit.
Tak bisa dipungkiri semua hamper mengatakan, pada sosok yang sederhana tercipta karuya yang mendunia. Namun walaupun berbagai pebfhargaan dan kenyataan tetap saja kesederhanaan itu melekat di dirinya. Itulah kesederhanaan yang berdampak tidak sederhana.
CUKUP PENGHARGAAN
Sejak malam kabar meninggalnya Gesang,kota Solo langsung iaga untuk membuat rencana prosesi pemakamannya. Pandu HW, yaitu sebuah organisasi kepandua pada jaman gesang muda. Kalau sekarang pramuka, Namun kepanduan ini sampai sekarang masih ada. Kepanduan eranya inilah yang mengawal jenazahnya keluar dari tempat duka hingga ke jalan raya. Diiringi drum band kepanduan ini pula. Sedangkan ribuan siswa-siswa Sekolah Dasar menyambut sepanjang jalan dengan lagu Bengawan Solo.
Selanjutnya Pemda menerima nya di Balaikota. Disitulah semua tokoh berkumpul memberikan penghormatan terakhir pada Gesang sederhana ini.
Dan TV local serta nasional terus me-record dan mengupas prosesi ini. Sampai malam hari. Para musisi membicarakan bagaimana masyarakat jepang hafal lagu Bengawan Solo. Bila konser di Negara ini bak mengiringi konser Negara karena seluruh yang hadis akan bernyani, seperti ketika kepergian gesang diiringi lagu siswa-siswi Sekolah dasar itu, namun di negara lain.
IBU AINUN HABIBI
Selanjutnya perginya istri pak habidi yang juga disambut para pecintanya rintisan amaliyahnya yang banyak kehilangan ibu yang baik hati ini. Ini juga meninggalkan jejak yang manis sekali. Dan beberapa nama yang telah pergi yang meninggalkan negri tercinta dengan jejak yang baik. Menjadi kaca benggala bagi kita bahwa kepergian yang manis adalah kepergian dengan hati yang putih dan kesederhanaan yang berdampak tidak sederhana.
Kadang kita mementingkan penampilan untuk menunjang profesi kita. Namun pada kenyataannya sejarah membuktikan mereka-mereka yang tercatat dengan jejak manis itu adalah mereka yang sederhana namun mempunyai kedalaman berfikir dan berkembang pada misi dan visi yang mendunia. Ini hanya dilakukan orang -orang yang mempunyai pengabdian tingi pada suatu ilmu.
Novi Saptina
Guru SD Muhammadiyah I Solo
.jpg)